Nur Saada
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pergeseran Otoritas Keagamaan Murid Ma Pppa Guppi Rangas Di Era Tiktok Dan Artificial Intelligence Zaenab Syifa; Aan Setiawan; Nurul Hazirah Hamzah; Nur Saada; Bahari Risaldi; Suddin Bani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1378

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara pandang murid dalam memperoleh pengetahuan keagamaan melalui TikTok dan Artificial Intelligence (AI). Peneliti ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman murid dalam memperoleh pengetahuan keagamaan, mengetahui bentuk pergeseran otoritas keagamaan, mengidentifikasi faktor yang menyebabkan murid menjadikan TikTok dan AI sebagai rujukan keagamaan serta memahami dampak pengalaman memperoleh pengetahuan agama melalui TikTok dan AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi dan desain penelitian studi kasus. Informan terdiri dari enam murid dan guru di MA PPPA Guppi Rangas yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan perbaikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok dan AI menjadi sumber belajar keagamaan yang mudah diakses, cepat, dan menarik. Pergeseran otoritas keagamaan yang terjadi bersifat parsial, ditandai dengan perubahan cara memperoleh informasi tanpa menggantikan peran guru, ornag tua, dan ustadz sebagai rujukan utama. Penggunaan TikTok dan AI didorong oleh kemudahan akses, kecepatan informasi, penyajian materi yang menarik, serta pengaruh lingkungan. Dengan demikian, TikTok dan AI berfungsi sebagai sumber belajar pendukung yang melengkapi, bukan menggantikan otoritas tradisional dalam memperoleh pengetahuan keagamaan