Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan media digital (screen time). Peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak usia 1–4 tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap perkembangan bahasa, terutama apabila penggunaan media digital tidak disertai pendampingan orang tua dan pemilihan konten yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi screen time, jenis konten, interaksi orang tua, dan pendampingan orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia 1–4 tahun di Puskesmas Tuntungan, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 191 anak usia 1–4 tahun, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai penggunaan media digital, interaksi dan pendampingan orang tua, serta lembar observasi perkembangan bahasa menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki durasi screen time 1–2 jam per hari (42,7%), mengakses konten edukatif (37,3%), memperoleh interaksi orang tua kategori cukup (41,3%) dan pendampingan orang tua kategori cukup (42,7%), serta memiliki perkembangan bahasa kategori sesuai (40,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi screen time (p=0,000), jenis konten (p=0,000), interaksi orang tua (p=0,000), dan pendampingan orang tua (p=0,000) dengan perkembangan bahasa anak. Disimpulkan bahwa pengelolaan penggunaan media digital melalui pembatasan durasi, pemilihan konten yang sesuai usia, serta peningkatan interaksi dan pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.