Penjepitan tali pusat tertunda (Delayed Cord Clamping atau DCC) direkomendasikan untuk meningkatkan transfusi plasenta, sehingga menambah volume darah, konsentrasi hemoglobin, dan cadangan zat besi pada neonatus. Meskipun manfaat DCC telah banyak dilaporkan, bukti mengenai penerapan protokol DCC yang diperpanjang hingga enam jam dibandingkan dengan durasi standar dalam layanan kebidanan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh protokol DCC yang diperpanjang selama enam jam terhadap kadar hemoglobin neonatus dibandingkan dengan DCC standar (1–3 menit) di sebuah klinik kebidanan primer di Indonesia. Penelitian kuantitatif kuasi-eksperimental dengan desain posttest-only control group dilakukan di PMB Henny, Medan Labuhan, Sumatera Utara, Indonesia, pada tahun 2026. Penelitian ini melibatkan 40 neonatus cukup bulan yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: DCC yang diperpanjang (6 jam, n = 20) dan DCC standar (1–3 menit, n = 20). Kadar hemoglobin diukur menggunakan sampel darah vena umbilikalis setelah penjepitan tali pusat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok DCC yang diperpanjang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok DCC standar (22,09 ± 1,05 g/dL vs. 14,47 ± 1,57 g/dL). Uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antar-kelompok (p < 0,000). DCC yang diperpanjang selama enam jam secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin neonatus dibandingkan dengan DCC standar selama 1–3 menit. Temuan ini mendukung evaluasi DCC yang diperpanjang sebagai strategi berbasis bukti untuk mengoptimalkan status hematologis neonatus, apabila dilakukan sesuai dengan prosedur klinis standar dan langkah-langkah pencegahan infeksi yang tepat.