p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Petra Diansari Zega
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Service Excellent dalam Manajemen Asuhan Keperawatan Anak pada Pasien Pneumonia di RSU Haji Medan Elseria Situmorang; Sri Mulati Nendah Agreta; Petra Diansari Zega; Rolasnih Lilista Simbolon
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61616

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita. Penerapan manajemen asuhan keperawatan berbasis service excellent diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendukung proses pemulihan pasien. Studi kasus ini melibatkan An.R, anak perempuan berusia 1 tahun 4 bulan dengan diagnosis medis pneumonia yang dirawat di Ruangan Muzdalifah 13 RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Ditemukan tiga diagnosis keperawatan, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan hipertermia. Intervensi meliputi pemantauan respirasi, pemberian posisi semi-Fowler, terapi oksigen, kolaborasi terapi farmakologis, dukungan nutrisi, dan edukasi keluarga. Kondisi pasien membaik yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, normalisasi suhu tubuh, peningkatan nafsu makan, dan perbaikan kondisi umum. Penerapan manajemen asuhan keperawatan berbasis service excellence mendukung pemulihan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan anak yang berpusat pada pasien dan keluarga.
Studi Komparatif Penundaan Klem Tali Pusat yang Diperpanjang (Enam Jam) dan Standar terhadap Kadar Hemoglobin Neonatus di PMB Henny Lifernia Tafonao; Lisa Putri Utami Damanik; Herna Rinayanti Manurung; Petra Diansari Zega; Meniat Tafonao
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61987

Abstract

Penjepitan tali pusat tertunda (Delayed Cord Clamping atau DCC) direkomendasikan untuk meningkatkan transfusi plasenta, sehingga menambah volume darah, konsentrasi hemoglobin, dan cadangan zat besi pada neonatus. Meskipun manfaat DCC telah banyak dilaporkan, bukti mengenai penerapan protokol DCC yang diperpanjang hingga enam jam dibandingkan dengan durasi standar dalam layanan kebidanan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh protokol DCC yang diperpanjang selama enam jam terhadap kadar hemoglobin neonatus dibandingkan dengan DCC standar (1–3 menit) di sebuah klinik kebidanan primer di Indonesia. Penelitian kuantitatif kuasi-eksperimental dengan desain posttest-only control group dilakukan di PMB Henny, Medan Labuhan, Sumatera Utara, Indonesia, pada tahun 2026. Penelitian ini melibatkan 40 neonatus cukup bulan yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: DCC yang diperpanjang (6 jam, n = 20) dan DCC standar (1–3 menit, n = 20). Kadar hemoglobin diukur menggunakan sampel darah vena umbilikalis setelah penjepitan tali pusat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok DCC yang diperpanjang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok DCC standar (22,09 ± 1,05 g/dL vs. 14,47 ± 1,57 g/dL). Uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antar-kelompok (p < 0,000). DCC yang diperpanjang selama enam jam secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin neonatus dibandingkan dengan DCC standar selama 1–3 menit. Temuan ini mendukung evaluasi DCC yang diperpanjang sebagai strategi berbasis bukti untuk mengoptimalkan status hematologis neonatus, apabila dilakukan sesuai dengan prosedur klinis standar dan langkah-langkah pencegahan infeksi yang tepat.