Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya. Pada tahun 2023, Kelurahan Menteng tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di kota tersebut. Kondisi lingkungan lahan gambut yang rentan terhadap genangan air serta masih terbatasnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan DBD menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik anggota TP-PKK Kelurahan Menteng dalam pencegahan DBD melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan, penerapan teknologi, serta pemantauan dan evaluasi. Pelatihan meliputi pembuatan EcoTrap berbasis atraktan alami dan semprot nyamuk berbahan minyak atsiri serai. Pelaksanaan menggunakan pendekatan demonstratif dan partisipatif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 52,46% menjadi 93,85%, sikap dari 64,92% menjadi 91,38%, dan praktik dari 57,31% menjadi 90,77%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang mengintegrasikan demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam menerapkan upaya pencegahan DBD berbasis pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan serai dan bahan sederhana yang mudah diperoleh sebagai alternatif pengendalian vektor yang ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.