Selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan. Sayuran ini kaya akan vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B, C, kalsium, dan fosfor, yang berperan dalam menjaga sistem imun, merawat kesehatan kulit, serta membantu mencegah penuaan dini. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, selama periode Desember 2024 hingga Januari 2025.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK).Perlakuan pertama pemberian bonggol batang pisang yang terdiri dari 3 taraf yaitu: B0=Tanpa pemberian bokashi ( hanya tanah), B1=100 gr / polybag, B2=200 gr / polybag. Perlakuan kedua pemberian arang sekam padi yang terdiri dari 3 taraf yaitu: A0= Tanpa Arang sekam (hanya tanah), A1=100 gr / polybag, A2=200 gr / polybag. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.) Penggunaan bokashi bonggol batang pisang dengan dosis B2 (200 gram per polibag) memberikan pengaruh yang paling optimal dan menunjukkan perbedaan yang sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya, Perlakuan ini terbukti meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada hijau secara signifikan. Penggunaan arang sekam padi pada dosis A1 (100 gram per polibag) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang daun pada umur 14 hari setelah tanam (HST). Kombinasi antara bokashi bonggol batang pisang (B2) dan arang sekam padi (A1 100 gr / polibag) memberikan pengaruh nyata pada Panjang daun 14 HST.