This Author published in this journals
All Journal PEDAGOGI
Bunga Azzahra Suryadi
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN SELF-CONFIDENCE GURU DALAM MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TAMAN KANAK-KANAK Bunga Azzahra Suryadi; Raja Oloan Tumanggor
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 12 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pedagogi.v12i2.31867

Abstract

Pendidikan inklusif pada jenjang taman kanak-kanak menuntut guru untuk mengajar anak dengan karakteristik perkembangan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks tersebut, Self- Confidence guru menjadi faktor psikologis yang penting karena memengaruhi cara guru mengelola kelas, merespons perilaku anak, dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan self-confidence guru TK dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang guru TK yang memiliki pengalaman mengajar anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self-Confidence guru terbentuk melalui pengalaman awal yang menimbulkan keraguan, tantangan mengelola kelas inklusif, keterbatasan pelatihan praktik, pengalaman keberhasilan dalam mengajar, pengamatan terhadap rekan kerja, apresiasi dari orang tua siswa, serta kondisi emosional ketika menghadapi situasi sulit di kelas. Guru juga melakukan penyesuaian metode pembelajaran dan membangun kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung proses belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa Self-Confidence guru bersifat dinamis dan berkembang melalui pengalaman langsung,  dukungan  sosial,  serta  kemampuan  mengelola  emosi. Peningkatan pelatihan praktis dan kerja sama dengan orang tua diperlukan untuk memperkuat praktik pembelajaran inklusif di TK