Pendidikan inklusif pada jenjang taman kanak-kanak menuntut guru untuk mengajar anak dengan karakteristik perkembangan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks tersebut, Self- Confidence guru menjadi faktor psikologis yang penting karena memengaruhi cara guru mengelola kelas, merespons perilaku anak, dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan self-confidence guru TK dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif. Partisipan penelitian berjumlah tiga orang guru TK yang memiliki pengalaman mengajar anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self-Confidence guru terbentuk melalui pengalaman awal yang menimbulkan keraguan, tantangan mengelola kelas inklusif, keterbatasan pelatihan praktik, pengalaman keberhasilan dalam mengajar, pengamatan terhadap rekan kerja, apresiasi dari orang tua siswa, serta kondisi emosional ketika menghadapi situasi sulit di kelas. Guru juga melakukan penyesuaian metode pembelajaran dan membangun kolaborasi dengan orang tua untuk mendukung proses belajar anak. Temuan ini menunjukkan bahwa Self-Confidence guru bersifat dinamis dan berkembang melalui pengalaman langsung, dukungan sosial, serta kemampuan mengelola emosi. Peningkatan pelatihan praktis dan kerja sama dengan orang tua diperlukan untuk memperkuat praktik pembelajaran inklusif di TK
Copyrights © 2026