Luluk Rakhma
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga dengan Asupan Zat Besi dan Vitamin C Pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Selo, Boyolali Khansa Az-Zahidah; Luluk Rakhma; Siti Nurokhmah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1479

Abstract

Ketahanan pangan keluarga berperan penting dalam menyediakan kebutuhan zat gizi, termasuk zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 108 WUS yang dipilih menggunakan simple random sampling. Responden merupakan WUS yang bersedia mengikuti penelitian, telah tinggal di Kecamatan Selo minimal 5 tahun, tidak sedang menjalani diet khusus atau menderita penyakit kronis yang mempengaruhi pola makan, serta berperan dalam pengelolaan pangan keluarga sehari-hari. Ketahanan pangan keluarga diukur menggunakan Household  Food  Insecurity  Access  Scale (HFIAS) , sedangkan asupan zat besi dan vitamin C diukur menggunakan Kuesioner Semi  Quantitative  Food  Frequency  Questionnaire (SQ-FFQ) . Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,8% keluarga tergolong rawan pangan, 53,7% WUS memiliki asupan zat besi kurang, dan 56,5% memiliki asupan vitamin C kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi ( p=0,004 ) dan vitamin C ( p=0,001 ). WUS yang berasal dari keluarga rawan pangan memiliki proporsi asupan zat besi dan vitamin C kurang lebih tinggi dibandingkan keluarga tahan pangan. Dapat disimpulkan bahwa ketahanan pangan keluarga berhubungan dengan asupan zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur. Upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mikronutrien pada wanita usia subur.