Ketahanan pangan keluarga berperan penting dalam menyediakan kebutuhan zat gizi, termasuk zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali keluarga dengan asupan zat besi dan vitamin C pada WUS di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 108 WUS yang dipilih menggunakan simple random sampling. Responden merupakan WUS yang bersedia mengikuti penelitian, telah tinggal di Kecamatan Selo minimal 5 tahun, tidak sedang menjalani diet khusus atau menderita penyakit kronis yang mempengaruhi pola makan, serta berperan dalam pengelolaan pangan keluarga sehari-hari. Ketahanan pangan keluarga diukur menggunakan Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) , sedangkan asupan zat besi dan vitamin C diukur menggunakan Kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) . Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,8% keluarga tergolong rawan pangan, 53,7% WUS memiliki asupan zat besi kurang, dan 56,5% memiliki asupan vitamin C kurang. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan asupan zat besi ( p=0,004 ) dan vitamin C ( p=0,001 ). WUS yang berasal dari keluarga rawan pangan memiliki proporsi asupan zat besi dan vitamin C kurang lebih tinggi dibandingkan keluarga tahan pangan. Dapat disimpulkan bahwa ketahanan pangan keluarga berhubungan dengan asupan zat besi dan vitamin C pada wanita usia subur. Upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mikronutrien pada wanita usia subur.
Copyrights © 2026