Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan berisiko menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke. Pola makan tidak sehat serta kurangnya dukungan keluarga menjadi faktor yang dapat memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola makan dan dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya. Metode: Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 69 lansia yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan, kuesioner dukungan keluarga, serta pengukuran tekanan darah sesuai standar pemeriksaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia (r = 0,867; p < 0,001) dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan searah. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian hipertensi (r = -0,469; p < 0,001) dengan kekuatan hubungan sedang dan berlawanan arah, serta hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pola makan (r = -0,312; p = 0,009). Simpulan: Pola makan dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia, di mana pola makan berperan sebagai faktor risiko dan dukungan keluarga sebagai faktor protektif dalam pengendalian tekanan darah.