Arsely Aisyah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paraparese Spastic Sub Akut Progresif Ec Spondilitis Tuberkulosa: Sebuah Laporan Kasus Arsely Aisyah; Erupsiana Fitri Indrihapsari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Spondilitis tuberkulosa (STB) merupakan bentuk TB ekstrapulmoner sering menyerang tulang belakang dan menyebabkan tetap ada defisit neurologis berupa paraparese hingga paraplegi. Risiko komplikasi meningkat jika terdapat deformitas struktural seperti skoliosis atau adanya trauma spinal yang tidak ditangani secara medis. Tujuan: Melaporkan kasus pada pasien dengan spondilitis TB yang disertai skoliosis dan riwayat trauma spinal, serta menyoroti pentingnya diagnosis dini dan tatalaksana multidisipliner. Laporan Kasus: Seorang pria 28 tahun dengan keluhan tidak dapat menggerakkan kedua tungkai setelah mengalami kebas dan kelemahan progresif pada ekstremitas bawah selama empat bulan, disertai gangguan buang air besar dengan riwayat skoliosis dan hernia nukleus pulposus (HNP) dengan pijat alternatif. Pemeriksaan MRI menunjukkan gambaran spondilitis TB dengan destruksi vertebra dan abses paravertebral yang menekan kanalis spinalis serta HNP. Pasien menjalani operasi dekompresi dan stabilisasi tulang belakang disertai terapi obat antituberculosis (OAT). Dua bulan pascaoperasi, pasien dapat berjalan dengan perbaikan fungsional bertahap. Kesimpulan: Diagnosis dan intervensi dini pada spondilitis TB sangat krusial untuk mencegah kecacatan neurologis permanen. Keluhan paraparese dengan riwayat trauma dan deformitas harus menjadi perhatian klinisi, terutama di pelayanan primer. Dokter umum memiliki peran penting dalam mengenali gejala red flag dan melakukan rujukan tepat waktu.