Latar belakang: Spondilitis tuberkulosa (STB) merupakan bentuk TB ekstrapulmoner sering menyerang tulang belakang dan menyebabkan tetap ada defisit neurologis berupa paraparese hingga paraplegi. Risiko komplikasi meningkat jika terdapat deformitas struktural seperti skoliosis atau adanya trauma spinal yang tidak ditangani secara medis. Tujuan: Melaporkan kasus pada pasien dengan spondilitis TB yang disertai skoliosis dan riwayat trauma spinal, serta menyoroti pentingnya diagnosis dini dan tatalaksana multidisipliner. Laporan Kasus: Seorang pria 28 tahun dengan keluhan tidak dapat menggerakkan kedua tungkai setelah mengalami kebas dan kelemahan progresif pada ekstremitas bawah selama empat bulan, disertai gangguan buang air besar dengan riwayat skoliosis dan hernia nukleus pulposus (HNP) dengan pijat alternatif. Pemeriksaan MRI menunjukkan gambaran spondilitis TB dengan destruksi vertebra dan abses paravertebral yang menekan kanalis spinalis serta HNP. Pasien menjalani operasi dekompresi dan stabilisasi tulang belakang disertai terapi obat antituberculosis (OAT). Dua bulan pascaoperasi, pasien dapat berjalan dengan perbaikan fungsional bertahap. Kesimpulan: Diagnosis dan intervensi dini pada spondilitis TB sangat krusial untuk mencegah kecacatan neurologis permanen. Keluhan paraparese dengan riwayat trauma dan deformitas harus menjadi perhatian klinisi, terutama di pelayanan primer. Dokter umum memiliki peran penting dalam mengenali gejala red flag dan melakukan rujukan tepat waktu.
Copyrights © 2026