Anemia hipokromik mikrositer pada anak usia dini merupakan kondisi klinis yang penting karena dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya akibat perdarahan saluran cerna kronis yang sering tidak terdeteksi. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan dan menganalisis kasus anemia hipokromik mikrositer dengan kecurigaan perdarahan saluran cerna kronis pada anak usia 1 tahun. Metode penelitian berupa studi kasus melalui pengumpulan data anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pasien seorang anak perempuan usia 1 tahun yang datang dengan keluhan pucat, lemas, demam, nyeri perut, serta riwayat buang air besar berwarna hitam selama ±2 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, sedangkan pemeriksaan darah lengkap menunjukkan kadar hemoglobin rendah dengan gambaran mikrositer dan hipokromik. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis sebagai anemia hipokromik mikrositer dengan kecurigaan perdarahan saluran cerna kronis. Pasien mendapatkan terapi suportif dan transfusi packed red cell dengan perbaikan kondisi klinis dan peningkatan kadar hemoglobin. Laporan kasus ini menekankan bahwa pengenalan dini tanda perdarahan saluran cerna kronis dan penerapan tatalaksana yang tepat sesuai derajat keparahan anemia sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mendukung tumbuh kembang optimal pada anak.