Jaenudin, Eko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anemia Hipokromik Mikrositer dengan Kecurigaan Perdarahan Saluran Cerna Kronis pada Anak Usia 1 Tahun: Laporan Kasus Anburika, Nudia; Jaenudin, Eko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia hipokromik mikrositer pada anak usia dini merupakan kondisi klinis yang penting karena dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya akibat perdarahan saluran cerna kronis yang sering tidak terdeteksi. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan dan menganalisis kasus anemia hipokromik mikrositer dengan kecurigaan perdarahan saluran cerna kronis pada anak usia 1 tahun. Metode penelitian berupa studi kasus melalui pengumpulan data anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pasien seorang anak perempuan usia 1 tahun yang datang dengan keluhan pucat, lemas, demam, nyeri perut, serta riwayat buang air besar berwarna hitam selama ±2 bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, sedangkan pemeriksaan darah lengkap menunjukkan kadar hemoglobin rendah dengan gambaran mikrositer dan hipokromik. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis sebagai anemia hipokromik mikrositer dengan kecurigaan perdarahan saluran cerna kronis. Pasien mendapatkan terapi suportif dan transfusi packed red cell dengan perbaikan kondisi klinis dan peningkatan kadar hemoglobin. Laporan kasus ini menekankan bahwa pengenalan dini tanda perdarahan saluran cerna kronis dan penerapan tatalaksana yang tepat sesuai derajat keparahan anemia sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mendukung tumbuh kembang optimal pada anak.
Seorang Anak Perempuan Usia 4 Tahun dengan Henoch Schönlein Purpura Sari, Nur Amalia; Jaenudin, Eko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henoch-Schönlein Purpura (HSP) atau IgA vasculitis merupakan bentuk vaskulitis sistemik paling sering pada anak, terutama usia 3-10 tahun, dengan insidensi 10-20 per 100.000 anak per tahun. Penyakit ini disebabkan oleh deposisi kompleks imun IgA pada pembuluh darah kecil sehingga memunculkan gejala khas seperti purpura palpabel, nyeri perut, dan artralgia. Sebagian besar kasus bersifat self-limiting, namun keterlibatan ginjal dapat menimbulkan komplikasi serius apabila diagnosis dan tata laksana terlambat. Anak perempuan usia 4 tahun datang dengan purpura menyeluruh sejak hari ke 3 demam disertai nyeri perut dan penurunan nafsu makan. Pasien memiliki riwayat ISPA 5 hari sebelum timbul ruam. Pemeriksaan menunjukkan purpura palpabel non trombositopenik pada seluruh tubuh tanpa kelainan neurologis. Laboratorium dasar menunjukkan leukosit dan trombosit normal; pemeriksaan IgA serum dan urinalisis tidak dilakukan. Berdasarkan klinis, ditegakkan diagnosis HSP dan diberikan terapi suportif. Pasien menunjukkan perbaikan bertahap dan dipulangkan dalam kondisi stabil. Diagnosis dini dan tata laksana suportif yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi HSP. Riwayat infeksi saluran pernapasan atas sebagai pencetus harus dikenali untuk membantu identifikasi awal penyakit ini.