Ni Kadek Sri Lestari
Politeknik Negeri Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA IMADJI COFFEE SHOP MENGGUNAKAN ISO 31000:2018 Ni Kadek Sri Lestari; Dewa Ayu Gede Dewi Prawertiningrat
SmartBIZ: Journal of Business Management Vol 1, No 2 (2026): SmartBIZ: Journal of Business Management
Publisher : Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66088/smartbiz.v1i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelola risiko bisnis pada Imadji Coffee Shop menggunakan kerangka kerja ISO 31000:2018. Imadji Coffee Shop merupakan usaha yang bergerak di bidang kuliner dengan menyediakan minuman kopi dan makanan pendamping. Dalam kegiatan operasionalnya, usaha ini menghadapi berbagai risiko yang berkaitan dengan sumber daya manusia, pelayanan pelanggan, ketersediaan bahan baku, dan peralatan operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Analisis risiko dilakukan dengan menilai tingkat likelihood dan impact menggunakan skala 1–5, kemudian hasil perkalian kedua nilai tersebut digunakan untuk menentukan tingkat risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh risiko yang teridentifikasi pada Imadji Coffee Shop. Enam risiko berada pada tingkat medium, yaitu karyawan keluar secara mendadak atau tidak masuk kerja, kesalahan pembuatan atau penyajian minuman, keterlambatan bahan baku, gangguan mesin espresso atau grinder, ketidakseimbangan jumlah karyawan dengan jumlah pelanggan, serta keterlambatan proses operasional. Sementara itu, risiko pelayanan yang kurang ramah atau lambat berada pada tingkat low. Perlakuan risiko yang diusulkan meliputi penerapan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan karyawan secara berkala, pengelolaan stok bahan baku, penyediaan pemasok alternatif, serta perawatan rutin peralatan operasional. Penerapan manajemen risiko secara sistematis diharapkan dapat membantu Imadji Coffee Shop mengurangi potensi gangguan operasional dan menjaga keberlanjutan usaha.
STRATEGI PENGUATAN KEBERLANJUTAN USAHA KULINER MELALUI MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ISO 31000:2018 (STUDI KASUS: UMKM JOMO KOPI BALI) Dewa Ayu Gede Dewi Prawertiningrat; Ni Kadek Sri Lestari
SmartBIZ: Journal of Business Management Vol 1, No 2 (2026): SmartBIZ: Journal of Business Management
Publisher : Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66088/smartbiz.v1i2.90

Abstract

Jomo Kopi merupakan UMKM yang bergerak di bidang food and beverage dan menghadapi berbagai risiko bisnis yang dapat memengaruhi keberlangsungan operasional dan keberlanjutan usahanya. Risiko tersebut meliputi risiko sumber daya manusia, keuangan, operasional, pemasaran, persaingan, dan reputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko bisnis yang dihadapi Jomo Kopi serta merumuskan strategi perlakuan risiko berdasarkan kerangka kerja ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung terhadap aktivitas usaha, yang didukung oleh dokumentasi dan studi literatur. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat sepuluh risiko yang berkaitan dengan sumber daya manusia, keuangan, pelayanan pelanggan, persaingan usaha, bahan baku, peralatan operasional, reputasi, dan pemberian kompensasi kepada pelanggan. Setiap risiko dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) menggunakan skala 1–5. Hasil analisis menunjukkan bahwa tujuh risiko berada pada tingkat medium dan tiga risiko berada pada tingkat high. Risiko high meliputi tidak tercapainya target penjualan bulanan, kalah bersaing dengan kompetitor, serta munculnya isu negatif terkait pelayanan dan suasana Jomo Kopi. Strategi perlakuan risiko yang diusulkan meliputi peningkatan seleksi dan pelatihan karyawan, penguatan standar operasional prosedur, pengendalian biaya produk, pengembangan inovasi produk dan unique selling proposition, penguatan pemasaran digital, pengelolaan pemasok, pemeliharaan peralatan operasional, serta pengelolaan keluhan pelanggan. Penerapan manajemen risiko yang terstruktur diharapkan dapat membantu Jomo Kopi mengurangi potensi gangguan usaha, meningkatkan daya saing, dan memperkuat keberlanjutan bisnis.