Jomo Kopi merupakan UMKM yang bergerak di bidang food and beverage dan menghadapi berbagai risiko bisnis yang dapat memengaruhi keberlangsungan operasional dan keberlanjutan usahanya. Risiko tersebut meliputi risiko sumber daya manusia, keuangan, operasional, pemasaran, persaingan, dan reputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko bisnis yang dihadapi Jomo Kopi serta merumuskan strategi perlakuan risiko berdasarkan kerangka kerja ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung terhadap aktivitas usaha, yang didukung oleh dokumentasi dan studi literatur. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat sepuluh risiko yang berkaitan dengan sumber daya manusia, keuangan, pelayanan pelanggan, persaingan usaha, bahan baku, peralatan operasional, reputasi, dan pemberian kompensasi kepada pelanggan. Setiap risiko dianalisis berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) menggunakan skala 1–5. Hasil analisis menunjukkan bahwa tujuh risiko berada pada tingkat medium dan tiga risiko berada pada tingkat high. Risiko high meliputi tidak tercapainya target penjualan bulanan, kalah bersaing dengan kompetitor, serta munculnya isu negatif terkait pelayanan dan suasana Jomo Kopi. Strategi perlakuan risiko yang diusulkan meliputi peningkatan seleksi dan pelatihan karyawan, penguatan standar operasional prosedur, pengendalian biaya produk, pengembangan inovasi produk dan unique selling proposition, penguatan pemasaran digital, pengelolaan pemasok, pemeliharaan peralatan operasional, serta pengelolaan keluhan pelanggan. Penerapan manajemen risiko yang terstruktur diharapkan dapat membantu Jomo Kopi mengurangi potensi gangguan usaha, meningkatkan daya saing, dan memperkuat keberlanjutan bisnis.