Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Ta’zir sebagai Upaya Pembentukan Karakter Disiplin Santri Ilham Maulana; Samsudin
Cendekia: Jurnal Pengembangan Kurikulum dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Contemporary Challenges in Islamic Education
Publisher : CV Faliha Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64683/cendekia.v2i1.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) Untuk mendeskripsikan implementasi ta’zir di pondok pesantren Al-Bahroniyyah, (2) Untuk mendeskripsikan karakter didiplin santri di pondok pesantren Al-Bahroniyyah (3) Untuk mengetahui faktor penghambat dan solusi implementasi ta’zir sebagai upaya pembentukan disiplin santri dipondok pesantren Al-Bahroniyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu pengasuh pondok pesantren Al-Bahroniyyah, pengurus, santri yang terlibat ta’zir dan juga santri yang tidak terlibat ta’zir. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi ta’zir dipondok pesantren Al-Bahroniyyah sudah baik dan efektif dalam membentuk karakter disiplin santri dengan menunjukkan peningkatan kedisiplinan dari tahap paksaan menjadi kebiasaan dan akhirnya sampai pada kesadaran diri. Faktor utama penghambat implementasi ta'zir adalah perbedaan latar belakang santri dan kesibukan pengurus. Untuk mengatasinya, pesantren melakukan pembinaan berkelanjutan agar santri memahami pentingnya disiplin dan ta'zir, serta mengoptimalkan pengelolaan waktu dan tugas pengurus. Solusi ini terbukti efektif dalam menjaga konsistensi penerapan ta'zir dan memastikan dampak positifnya terhadap pembentukan karakter santri. Dengan demikian, ta'zir berhasil menjadi alat yang efektif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang disiplin dan harmonis.
Digital Transformation and Governance in Indonesian Islamic Boarding Schools: A Comparative Study of Two Pesantren Samsudin; Saefrudin; M. Mukhlis Fahruddin; M. Subhan; Umar Sidiq
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.2090

Abstract

Digital transformation is reshaping how Islamic boarding schools (pesantren) organize administration, learning, communication, and stakeholder services. This study primarily employed a qualitative approach within a convergent mixed-method design to examine how two pesantren respond to digital change, identify its effects on institutional governance, and formulate a value-based model for digital transformation. Qualitative data were obtained through interviews, participatory observations, and document analysis, while quantitative data from a structured questionnaire administered to 30 students were used to support and triangulate the qualitative findings. The analysis revealed an adaptive-selective strategy: technology is adopted when it aligns with institutional values, provides practical benefits, and presents manageable risks. Digitalization improves administrative efficiency, access to learning resources, communication with parents, transparency, and public trust, while face-to-face Qur'anic transmission, bandongan, sorogan, and character formation remain central. Key challenges include unequal digital literacy, infrastructure and maintenance costs, data-security risks, inappropriate content, and fragmented systems. Based on these two institutional cases, the study proposes an Adaptive-Conservative Model for Digital Transformation in Pesantren, consisting of value foundations, governance transformation, learning innovation, and ecosystem strengthening. The model is context-specific and requires broader empirical testing before wider application.