Kota Bandung merupakan prioritas lokasi intervensi stunting. Prevalensi stunting di Kota Bandung terutama di Kecamatan Bojongloa Kidul sebesar 16,3%. Melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) mempunyai tugas dalam penurunan angka konvergensi stunting melalui keterlibatan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah. Melalui kolaborasi pentahelixmerupakan sinergi antar instansi yaitu pemerintah, akademisi, sektor bisnis, komunitas, media, dalam penanganan stunting. Penelitian ini bertujuan sebagai rujukan program kolaborasi pentahelix dalam penanganan balita dengan Risiko stunting. Metode penelitian adalah kualitatif, menggunakan data primer wawancara dan review dokumen. Hasil menunjukkan bahwa Pemerintah berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi, promosi, edukasi, perizinan, alokasi anggaran, kebijakan inovasi berbasis layanan publik, dan membangun jejaring secara luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah menjadi poros utama dalam mengkoordinasikan berbagai unsur pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam pengembangan kolaborasi pentahelix. Program prioritas stunting adalah pemenuhan pemberian makanan tambahan (PMT) sesuai dengan gizi seimbang, edukasi pencegahan, asesmen kebutuhan penerima manfaat. Sektor bisnisdapat mendukung bantuan pangan secara materiil sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Akademisi membangun pemahaman stunting melalui konsep, metode, teori, dan model yang sesuai dengan kebutuhan. Media membantu mempromosikan kegiatan stunting melalui akses informasi secara online atau platform lainnya. Komunitas membuka akses kepada berbagai pihak, dan pekerja sosial berperan sebagai pendamping layanan program stunting, fasilitator, dan pelaksana.