Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEKERJA SOSIAL di BIDANG INDUSTRI pada PASAR BEBAS ASEAN di INDONESIA Qurani, Sunny Aqilah; Ishartono, Ishartono; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.928 KB)

Abstract

Pasar bebas ASEAN membuat perusahaan-perusahaan nasional dan internasional dapat mendirikan perusahaannya dengan lebih bebas di Indonesia. Selain itu, jangkauan pasar perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan ASEAN juga semakin luas. Hal ini menyebabkan kompetensi antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya semakin tinggi, baik dalam bentuk produk maupun jasa. Produk dan jasa yang berkualitas dapat diciptakan jika sumber daya manusianya (karyawan di dalam perusahaan) dapat menjalankan pekerjaannya dengan nyaman dan tanpa hambatan. Faktor internal dan eksternal perusahaan menjadi penyebab terjadinya hambatan dan tekanan bagi karyawan yang berdampak terhadap menurunnya kualitas kerja karyawan. Pekerja sosial industri dapat menjadi salah satu profesi yang ada di dalam perusahaan yang bekerja untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan melalui metode-metode yang dimilikinya. Pembahasan dari artikel ini menjelaskan tentang peran pekerja sosial di dalam perusahaan untuk meningkatkan produktifitas karyawan dengan memperhatikan hambatan-hambatan yang dapat menurunkan kinerja karyawan dalam bekerja. Pekerja sosial di bidang industri juga bekerja untuk menjalin hubungan baik antar perusahaan dengan mayarakat setempat sebagai bentuk dari tanggungjawab sosial perusahaan.
EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL DI RANAH INDUSTRI INDONESIA Septianto, Danny Dwi; Sulastri, Sri; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.288 KB)

Abstract

Setiap pekerja industri di seluruh dunia pasti memiliki resiko kecelakaan yang besar khususnya di Indonesia, hal tersebut tentu membuat perasaan cemas ke para pekerja di perusahaan tersebut belum lagi resiko kehilangan pekerjaan yang bukan karena kinerja mereka buruk atau kesalahan kerja, melainkan karena adanya pergantian pekerja dari manusia ke mesin hal itu tentu member rasa cemas yang bertambah besar dan belum lagi masalah sosial kronis seperti alienation,alcoholism,absenteeism,accidents dan abuse yang masih menyelimuti banyak pekerja yang bekerja di ranah industrialisasi. Dan di Indonesia masih belum ada indikasi bahwa Indonesia akan lebih memperhatikan dan mensejahterakan para pekerja dan lebih memanusiawi kan pekerja di ranah industrialisasi khususnya kepada pekerja yang tidak memiliki jabatan yang tinggi. Mungkin karena para pekerja tersebut dianggap tidak berpengaruh atau memang belum ada atau sengaja tidak mengadakan program pelayanan sosial bagi pegawai, yang jelas adalah Indonesia kini butuh pekerja sosial industri untuk memperhatikan pekerja, memberi rasa aman bagi para pekerja dan memberi rasa aman kepada keluarga yang ditinggalkan pekerja baik itu untuk keluar kota karena pekerjaan atau meninggal dunia. Serta dengan metode yang dimiliki pekerja sosial khususnya pekerja sosial industri maka masalah sosial kronis yang diderita oleh pekerja yang bekerja di ranah industrialisasi dapat ditangani agar pekerja dapat melakukan fungsi sosialnya dengan baik dan member dampak positif pada perusahaan. Hal tersebut yang harus di perhatikan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia saat ini mengingat industrialisasi merupakan salah satu faktor prnting pembangunan sebuah negara.
HUBUNGAN CARA MENGASUH OLEH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PELAJAR SMA Destiana, Novita; Basar, Gigin Ginanjar Kamil; Humaedi, Sahadi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.781 KB)

Abstract

-
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM ISU PEKERJA ANAK Ramdani, Hedi; Krisnani, Hetty; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.154 KB)

Abstract

Issue Pekerja anak di Indonesia pada saat ini sungguh memprihatinkan, jumlah pekerja anak di berbagai daerah di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini menimbulkan suatu permasalahan yang serius bagi pemerintah Indonesia. Dalam artikel ini, penulis membahas mengenai kondisi secara umum mengenai pekerja anak di Indonesia serta faktor-faktor yang menyebabkan seorang anak menjadi pekerja anak. Selain itu, mengetahui definisi pekerja anak serta dampak dari pekerja anak dilihat dari aspek psikososialnya. Masalah pekerja anak ini sangat berkaitan dengan salah satu profesi yang akan membantu dalam proses kasus-kasus pada pekerja anak terutama mengenai aspek psikososialnya. Salah satu profesi tersebut adalah pekerja sosial, dimana peran dari pekerja sosial sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan pekerja anak. Peran pekerja sosial tersebut diantaranya adalah sebagai advokator, konselor, pendamping, dan mediator. Selain pekerja sosial, peran dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi dan menghapus pekerja anak terus dilakukan, upaya-upaya pemerintah Indonesia dibuktikan dengan menjalin kerjasama dengan ILO. Hal tersebut bertujuan agar anak-anak di dunia khususnya di Indonesia dapat hidup dengan sejahtera dan sesuai dengan proses tumbuh dan kembangnya.
LAYANAN ANAK USIA DINI/PRASEKOLAH DENGAN “FULL DAY CARE” DI TAMAN PENITIPAN ANAK Hamdiani, Yulinda; A., Dessy Hasanah Siti; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.551 KB)

Abstract

Anak usia dini merupakan fase kehidupan manusia yang menentukan perkembangan . perkembangan anak ditunjang dengan bagaimana pemenuhan kebutuhan dan dengan cara apa pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan. Bagi orang tua yang bekerja, upaya pemenuhan kebutuhan anak tidak dilakukan secara optimal. Untuk itu terdapat alternatif bagi orang tua atau ibu yang bekerja agar dapat tetap memberikan hak-hak anak dan sebagai upaya terhindar dari penelantaran pada anak. Penitipan Anak menjadi solusi bagi mereka yang berkarir. Lembaga pelayanan sosial dalam bidang kesejahteraan anak ini sebagai peran orang tua sementara bagi anak. Tipe pelayanan berdasarkan waktu salah satunya full day care, dimana anak selama seharian penuh dititipkan di TPA hingga orangtua atua ibu selesai bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan full day care yang ada di salah satu TPA yang ada di Kabupaten Bandung. Bagaimana pelaksanaan full day care dari segi program perawatan/pengasuhan, pendidikan, gizi dan kesehatan, sumber daya manusia, dan hambatannya. Subjek penelitian ini adalah Lembaga Taman Penitipan Anak Subjek diambil dengan teknik jenis purposive sampling atau sampel bertujuan karena diharapkan memperoleh informan yang mengetahui mengenai objek penelitian. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualititatif Analisis data yang digunakan adalah analisis analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta triangulasi.. Hasil analisis dengan studi pustaka menunjukkan bahwa pelaksanaan system full day harus berdasarkan pada pedoman teknis penyelenggaraan taman penitipan anak. Dimana semua program dan kegiatan berbasiskan pada pemenuhan hak-hak anak dan minat anak dan atas pertimbangan kebutuhan di fase perkembangan.
HUKUM DALAM PERMASALAHAN PERDAGANGAN ANAK DI INDONESIA Punagi, Andi Rezky Aprilianty; Ishartono, Ishartono; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.297 KB)

Abstract

Kebanyakan orang-orang yang menjadi korban trafficking itu miskin dan tidak cukup memiliki peluang ekonomi. Orang yang kurang pendidikan, kurang memiliki keterampilan, atau tersisih dari peluang ekonomi dikarenakan alasan-alasan lain (seperti deskriminasi) adalah pihak yang paling rentan. Perdagangan anak merupakan suatu masalah kompleks yang memerlukan pendekatan dari berbagai sisi. Pembuat undang-undang harus didesak untuk meneliti undang-undang/hukum nasionalnya secara kritis dengan maksud memperkuat atau melengkapi undang-undang tersebut akan membentuk suatu wujud perundang-undangan yang mampu melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi.Anak adalah mata rantai yang sangat menentukan wujud kehidupan suatu bangsa di masa depan. Agar mampu memikul tanggung jawab tersebut maka anak perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya dalam mewujudkan potensinya agar dapat tumbuh dan berkembang dengan wajar dan optimal baik secara jasmani, rohani dan sosialnya. Kebutuhan dasar Maslow ada lima tingkatan yaitu kebutuhan sosiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.Hukum yang mengatur mengenai anak di Indonesia telah banyak dibuat. Beberapa diantaranya yaitu Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak merupakan peraturan khusus yang mengatur mengenai masalah anak. Dan juga adanya Undang Undang No.21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Akan tetapi, permasalahan perdagangan anak masih belum terselesaikan dengan baik dan menyeluruh dikarenakan para pelaku kejahatan yang tidak memiliki ketakutan akan hukum yang dibuat. Maka dari itu, sudut pandang rubah tidak hanya melihat dari pelaku tetapi juga melihat dari faktor-faktor pendukung terjadinya perdagangan anak.
PELAYANAN SOSIAL BAGI ANAK JALANAN DAN ORANG TUA ANAK JALANAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Ummuhanifah, Intifadah; Zainuddin, Moch.; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.715 KB)

Abstract

Anak jalanan merupakan istilah yang dipakai untuk anak-anak yang hidup di jalan yang umumnya sudah tidak memiliki hubungan dengan keluarganya. Permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah Program penanganan anak jalanan yang dilakukan pemerintah dinilai belum efektif mengurangi jumlah anak jalanan. Banyak program penanganan anak jalanan yang hanya berfokus pada penanganan anak jalanan saja tidak kepada orang tua anak jalanan. Pekerjaan sosial adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada pengetahuan dan keterampilan ilmiah guna membantu individu, kelompok maupun masyarakat agar tercapainya kepuasan pribadi dan sosial serta kebebasan. Pelayanan sosial itu sendiri adalah pelayanan yang digunakan untuk semua (communal services) yang berkepentingan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan mengurangi jenis-jenis masalah sosial tertentu, khususnya, kebutuhan-kebutuhan dan masalah-masalah yang memerlukan penerimaan publik secara umum atau tanggung jawab sosial dan yang tergantung pada pengorganisasian hubungan-hubungan sosial untuk pemecahannya. Dalam artikel ini akan membahas mengenai pelayanan sosial kepada anak jalanan dan orang tua anak jalanan ditinjau dari proses pekerjaan sosial, yang dilakukan oleh Lembaga Sosial. Adapun tahap-tahap pelayanan yang diberikan sosial meliputi assessment, planning, intervention, evaluation, termination, dan follow up. Upaya peningkatan pelayanan sangat diperlukan oleh pengurus Lembaga Sosial dan Pekerja Sosial, agar tercipta pelayanan sosial yang lebih baik bagi anak jalanan dan orang tua anak jalanan.
PENGARUH PEMENUHAN KESEHATAN ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Karimah, Dienna; Nurwati, Nunung; Basar, Gigin Ginanjar Kamil
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2015): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.346 KB)

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa. Awal kokoh atau rapuhnya suatu negara dapat dilihat dari kualitas para generasi penerusnya. Jika terlahir anak-anak dengan tingkat kesehatan yang rendah, kondisi bangsa bisa menjadi lemah dan tidak mampu membangun negaranya secara optimal. Indonesia adalah negara keempat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yaitu 237,6 juta jiwa. Penduduk dengan jumlah banyak dan berkualitas akan menjadi modal pembangunan. Namun, ternyata dari sekian banyaknya jumlah penduduk Indonesia, terdapat hal yang menjadi masalah, yaitu kematian anak. Angka kematian anak menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Mengurangi angka kematian harus diimbangi dengan akses kesehatan yang baik. Fenomena kesehatan anak di Indonesia menjadi hal yang menarik untuk dikaji karena anak yang masih dalam masa perkembangan dan butuh perhatian lebih dari orangtua maupun pengasuhnya. Jika kesehatan anak terganggu maka perkembangannya juga bisa menjadi terhambat. Oleh karena itu, kebutuhan dasar anak harus mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya agar kebutuhan dasar tersebut dapat terpenuhi dengan baik sehingga kesehatannya menjadi terjaga dan juga perkembangannya menjadi tidak terganggu. Dengan adanya fenomena ini, pekerja sosial yang kompeten di bidangnya, yang dalam hal ini adalah pekerja sosial medis, bisa berperan sebagai motivator, edukator, dan juga mediator. Dalam menjalankan perannya tersebut, pekerja sosial medis tidak bekerja sendiri namun, bekerja sama dengan anak yang mengalami gangguan kesehatan itu sendiri, keluarga, orang terdekat anak tersebut, serta bersama dengan tim medis lainnya.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMULIHAN MATA PENCAHARIAN (PAP) DI DESA BATUSARI KECAMATAN DAWUAN KABUPATEN SUBANG 2017 ABRIAND, ERICK; Ferdryansyah, Muhammad; BASAR, GIGIN G. KAMIL
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.403 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14268

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program pemulihan mata pencaharian di desa Batusari Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan sustainable livelihood. Sedangkan dalam pengumpulan data, menggunakan teknik kepustakaan dengan menggunakan beberapa buku dan jurnal sebagai sumber dan juga teknik observasi dan wawancara langsung. Dampak dari pembangunan tol di kabupaten Subang sangat terasa oleh masyarakat yang lahannya harus dijual kepada perusahaan kontraktor pembangun jalan tol. Dampak dari adanya pembangunan tersebut yaitu sebagian masyarakat yang tanahnya merupakan bagian dari project pembangunan jalan tol harus kehilangan mata pencaharian. Untuk itu perusahan kontraktor melakukan tanggung jawab sosial melalui program pemulihan mata pencaharian Person Affected by Project (PAP). Program ini dijalankan oleh IBU Foundation yang bekerja sama dengan mitra langsung yang tersedia untuk project koperasi/UMKM, Gapoktan, PKK tujannya agar ketika program ini sudah diterminasi oleh IBU Foundation, Program ini akan tetap berjalan. Setelah program ini berjalan masyarakat mulai merasakan perbaikan dalam perekonomian terutama di desa Batusari Kabupaten Subang melalui program pemulihan mata pencaharian Person Affected by Project (PAP).
PERUBAHAN POLA PIKIR MASYARAKAT MENGENAI SAMPAH MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK DI DESA GENTENG, KECAMATAN SUKASARI, KAB. SUMEDANG KRISNANI, HETTY; HUMAEDI, SAHADI; Ferdryansyah, Muhammad; ASIAH, DESSY HASANAH SITI; BASAR, GIGIN G. KAMIL; SULASTRI, SRI; MULYANA, NANDANG
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.672 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14345

Abstract

Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilatarbelakangi oleh pola pikir masyarakat yang masih menganggap bahwa sampah adalah sumber masalah, sehingga masyarakat umumnya menilai bahwa sampah adalah benda yang sudah tidak ada manfaatnya. Masyarakat belum terarah pada pemikiran bahwa sampah bila dikelola dan diolah dapat menjadi potensi yang menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri. Kegiatan PPM di adakan di Desa Genteng, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang yang memang masih memiliki masalah yang terkait dengan sampah tersebut. Desa Genteng merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun pengelolaan sumber daya alam tersebut seringkali menimbulkan dampak terhadap peningkatan jumlah sampah organic dan non-organik yang belum ditangani dengan tepat.Dalam mengatasi masalah tersebut, tim bermaksud mengadakan kegiatan berupa pelatihan mengenai pengolahan sampah organik dan non organik yang dihasilkan dari pengelolaan sumber daya alam maupun sampah rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat sadar bahwa sampah bukan lagi sebuah masalah, namun justru sampah adalah potensi yang menguntungkan bilamana masyarakat memahami dan memiliki keterampilan dalam mengolah sampah tersebut. Kegiatan PPM ini akan berlangsung selama 7 bulan, dan dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang mendukung hasil pelatihan pengolahan sampah tersebut.Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik dengan metode pengolahan dan pengelolaan yang bernilai ekonomis sebagai potensi usaha yang ramah lingkungan. 
Co-Authors ABRIAND, ERICK Alya Nuraini Andi Rezky Aprilianty Punagi Andi Rezky Aprilianty Punagi, Andi Rezky Aprilianty Anjani, Firda Dwi Aprellia Anggraeni Auriel Karina Siti Zutema Budiman Pohan Danny Dwi Septianto Danny Dwi Septianto, Danny Dwi Debby Maharani Denny Maulana Pratama Dessy Hasanah Siti A. Dessy Hasanah Siti A., Dessy Hasanah Siti Dessy Hasanah Siti Asiah Dienna Karimah Dienna Karimah, Dienna ERICK ABRIAND Erick Abriandi Eva Nuriyah Hidayat Firda Dwi Anjani Gea, Yusuf Krisman Hadiyanto A. Rachim Hadiyanto Abdul Rachim Hedi Ramdani Hedi Ramdani, Hedi Hery Wibowo, Hery HETTY KRISNANI Hetty Krisnani Hetty Krisnani, Hetty Intifadah Ummuhanifah Intifadah Ummuhanifah, Intifadah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono, Ishartono Khalifah, Siti Nurdiah Lenny Meilany, Lenny Louisiani Mansoni Isnajati Meilani, Lenny Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Meiliani Puji Suharto Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Muhamad Fariz Salman Zulkipli Muhammad Ali Equatora Muhammad Fedryansyah Muhammad Ferdryansyah Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Nabila Rifatunnafiah Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Novita Destiana Novita Destiana, Novita Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nunung Nurwati Nurwati, R. Nunung R. Nunung Nurwati Rachim, Hadiyanto Abdul Risna Resnawaty Rudi Saprudin Darwis SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi Santoso Tri Raharjo Siti Nurdiah Khalifah Siti Witianti Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Sri Sulastri Sunny Aqilah Qurani Sunny Aqilah Qurani, Sunny Aqilah Wandi Adiansah Yudhistira Anugerah Pratama Yulinda Hamdiani Yulinda Hamdiani, Yulinda