Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran matematika berbantuan Mathigon pada materi luas lingkaran. Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 12 mahasiswa Universitas Terbuka semester 5 dalam satu kelas. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematis yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran. Pembelajaran berbantuan Mathigon dilaksanakan selama empat kali pertemuan melalui aktivitas visual, interaktif, dan manipulatif dengan mengaitkan konsep luas persegi, persegi panjang, trapesium, dan segitiga sebagai dasar dalam menemukan konsep luas lingkaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji Wilcoxon Signed-Rank, dan ukuran efek (effect size). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor meningkat dari 78,00 pada pretest menjadi 85,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 7,33 poin. Nilai N-Gain sebesar 0,35 menunjukkan peningkatan dalam kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z = −3,059; p < 0,001). Ukuran efek sebesar r = 0,883 menunjukkan efek perubahan yang sangat besar dalam sampel penelitian. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep matematis mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran berbantuan Mathigon. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol dan hanya melibatkan satu kelas dengan jumlah peserta yang terbatas, peningkatan tersebut belum dapat diinterpretasikan sebagai efek kausal Mathigon atau digeneralisasikan secara luas. Hasil penelitian memberikan indikasi awal bahwa Mathigon berpotensi mendukung pembelajaran konsep matematika melalui visualisasi, eksplorasi, manipulasi, dan pengaitan antarkonsep.