Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan menggambar ekspresif dalam mengurangi emosi negatif pada mahasiswa. Emosi negatif seperti stres, kecemasan, dan depresi dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis serta aktivitas akademik mahasiswa apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 14 mahasiswa di Kalimantan Timur yang tergabung dalam satu kelompok eksperimen. Pengukuran emosi negatif dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) sebelum dan sesudah intervensi menggambar. Intervensi berupa kegiatan menggambar ekspresif selama satu jam tanpa penilaian hasil gambar, sehingga peserta dapat mengekspresikan emosi secara bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks karena data tidak berdistribusi normal dan jumlah subjek kurang dari 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar tidak efektif secara statistik dalam menurunkan emosi negatif dengan nilai signifikansi sebesar 0,058 (p > 0,05). Meskipun demikian, hasil wawancara menunjukkan manfaat subjektif berupa perasaan lebih rileks, tenang, dan lega setelah menggambar. Dengan demikian, kegiatan menggambar berpotensi menjadi sarana coping dan relaksasi emosional bagi mahasiswa meskipun belum terbukti signifikan secara kuantitatif. Temuan kualitatif ini mengisyaratkan bahwa menggambar ekspresif dapat diintegrasikan sebagai salah satu strategi pendukung layanan kesehatan mental berbasis kampus, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi yang lebih panjang dan desain terkontrol untuk menguji efektivitasnya secara lebih meyakinkan.