Santi Santi
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasa Syukur Terhadap Mahasiswa Audy Ikhsan; Hamka Hamka; Alifia Elvara; Santi Santi; Mutia Azzahra; Muhammad Rifqi Febrian; Helda Alifiana
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JISHI - Juni 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.525

Abstract

Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan akademik dan tuntutan kehidupan modern yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis, sehingga keberadaan faktor protektif internal seperti rasa syukur menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengevaluasi validitas dan reliabilitas instrumen pengukuran rasa syukur pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei yang melibatkan 332 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Instrumen disusun berdasarkan tiga dimensi rasa syukur, yaitu persepsi kelimpahan, kemampuan menghargai pengalaman sederhana, dan apresiasi terhadap orang lain. Validitas isi dianalisis menggunakan koefisien Aiken’s V, sedangkan validitas konstruk diuji melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan perangkat lunak Jamovi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model akhir memenuhi kriteria goodness of fit dan menghasilkan 30 butir pernyataan yang valid. Uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,843 yang menunjukkan konsistensi internal tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang memadai dan layak digunakan dalam penelitian maupun asesmen psikologis. Secara praktis, instrumen ini dapat dimanfaatkan oleh konselor perguruan tinggi, dosen pembimbing akademik, dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi tingkat rasa syukur mahasiswa serta mendukung penyusunan program peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan perguruan tinggi.
Efektivitas Menggambar Dalam Mengurangi Emosi Negatif Pada Mahasiswa Santi Santi; Erika Erika; Ira Natasya Iswandari; Sheti Sheti; Esrin Esrin; Indo Sennang; Desti Purnamasari
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JISHI - Agustus 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan menggambar ekspresif dalam mengurangi emosi negatif pada mahasiswa. Emosi negatif seperti stres, kecemasan, dan depresi dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis serta aktivitas akademik mahasiswa apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 14 mahasiswa di Kalimantan Timur yang tergabung dalam satu kelompok eksperimen. Pengukuran emosi negatif dilakukan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) sebelum dan sesudah intervensi menggambar. Intervensi berupa kegiatan menggambar ekspresif selama satu jam tanpa penilaian hasil gambar, sehingga peserta dapat mengekspresikan emosi secara bebas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks karena data tidak berdistribusi normal dan jumlah subjek kurang dari 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggambar tidak efektif secara statistik dalam menurunkan emosi negatif dengan nilai signifikansi sebesar 0,058 (p > 0,05). Meskipun demikian, hasil wawancara menunjukkan manfaat subjektif berupa perasaan lebih rileks, tenang, dan lega setelah menggambar. Dengan demikian, kegiatan menggambar berpotensi menjadi sarana coping dan relaksasi emosional bagi mahasiswa meskipun belum terbukti signifikan secara kuantitatif. Temuan kualitatif ini mengisyaratkan bahwa menggambar ekspresif dapat diintegrasikan sebagai salah satu strategi pendukung layanan kesehatan mental berbasis kampus, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan durasi intervensi yang lebih panjang dan desain terkontrol untuk menguji efektivitasnya secara lebih meyakinkan.