A’milatussolikha A’milatussolikha
Universitas Islam Majapahit

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KUALITAS IBADAH SHOLAT SISWA SMP DITINJAU DARI INTENSITAS PEMAKAIAN GAWAI A’milatussolikha A’milatussolikha; Ainul Yaqin; Muhammad Ali Rohmad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.14951

Abstract

The increasing intensity of gadget use among adolescents has the potential to divert time and attention away from religious practices, thereby affecting the quality of students’ prayer observance. This study aims to determine the intensity of gadget usage, the quality of Sholat observance, and the relationship between these two variables among students at SMP Negeri 2 Puri. The study is motivated by the phenomenon of high gadget usage among adolescents, which is suspected of displacing priorities regarding religious observance specifically Sholat potentially leading to a decline in the quality of students' worship; meanwhile, research specifically linking gadget usage intensity to the quality of  Sholat as a concrete religious practice remains relatively limited. The study population consisted of  352 students, with a sample of 187 students determined using Slovin's formula via cluster random sampling and simple random sampling techniques. Data were collected using a Likert-scale questionnaire tested for validity and reliability and subsequently analyzed through normality tests, linearity tests, and simple linear regression Research findings indicate that the higher the intensity of students' gadget usage, the greater the likelihood of a decline in the quality of their prayer. In this study, both gadget usage intensity and prayer quality fell into the moderate category, with a significant relationship observed between the two. High and uncontrolled gadget usage can divert the attention and time students should dedicate to worship, thereby affecting the focus and regularity of their prayers. Consequently, supervision and guidance from parents and schools are necessary to ensure students use gadgets more wisely and do not neglect their religious obligations. ABSTRAK Meningkatnya intensitas penggunaan gawai di kalangan remaja berpotensi mengalihkan waktu dan perhatian dari pelaksanaan ibadah, sehingga dapat memengaruhi kualitas ibadah sholat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pemakaian gawai, tingkat kualitas ibadah sholat, serta hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa SMP Negeri 2 Puri. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja yang diduga menggeser prioritas pelaksanaan ibadah, khususnya sholat, sehingga kualitas ibadah siswa berpotensi menurun, sementara kajian yang secara khusus menghubungkan intensitas pemakaian gawai dengan kualitas ibadah sholat sebagai praktik keagamaan yang konkret masih relatif terbatas. Populasi penelitian berjumlah 352 siswa dengan sampel sebanyak 187 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik cluster random sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji linieritas, dan regresi linier sederhana. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2026. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas pemakaian gawai pada siswa, semakin besar kecenderungan terjadinya penurunan kualitas ibadah sholat yang dijalankan. Intensitas pemakaian gawai dan kualitas ibadah sholat siswa dalam penelitian ini sama-sama berada pada kategori sedang, dengan keduanya menunjukkan hubungan yang signifikan satu sama lain. Penggunaan gawai yang tinggi dan tidak terkontrol dapat mengalihkan perhatian serta waktu siswa yang seharusnya digunakan untuk menjalankan ibadah, sehingga berdampak pada kekhusyukan maupun keteraturan sholat yang dilaksanakan. Dengan demikian, diperlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua maupun sekolah agar siswa mampu menggunakan gawai secara lebih bijak dan tidak mengabaikan kewajiban ibadahnya.