Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Faktor Pada Kemasan Sale Pisang Terhadap Permintaan Konsumen Masturi, Hasanawi; Kesumawati, Neti
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas sale pisang tergantung jenis pisang yang diolah, proses pengolahannya dan penanganan hasil olahannya. Salah satu penanganan pemasaran sale pisang yang penting adalah pengemasan. Pengemasan mencakup semua kegiatan merancang dan memproduksi kemasan suatu produk. Kemasan yang terancang dengan baik dapat memberikan nilai kenyamanan bagi konsumen dan nilai promosi bagi produsen. Kemasan harus terbuat dari bahan yang baik dan  berpenampilan menarik sehingga membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa faktor pada kemasan sale pisang yang berupa warna dasar kemasan sale pisang, bahan baku kemasan sale pisang, ukuran kemasan sale pisang, dan label kemasan sale pisang berpengaruh nyata dan positif terhadap permintaan konsumen. 
BIO-PESTISIDA BERBASIS EKSTRAK TEMBAKAU DARI LIMBAH PUNTUNG ROKOK DAN KULIT JERUK Kesumawati, Neti; Suryadi, Suryadi; Masturi, Hasanawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v2i3.525

Abstract

ABSTRAK Limbah rokok atau yang sering kita sebut “ Puntung rokok “ adalah limbah yang tidak bermanfaat bagi lingkungan. Sedangkan limbah rokok dari tahun ketahun semakin meningkat, apalagi Indonesia merupakan negara peringkat ketiga dalam hal mengkonsumsi rokok. Menurut WHO, konsumsi rokok Indonesia perkapita adalah 1.742 rokok perorang pertahun. Rokok ini menghasilkan limbah berupa puntung rokok yang dapat merugikan lingkungan.  Selain berdampak negatif bagi lingkungan, puntung rokok yang mengandung senyawa eugenol dapat digunakan untuk mengendalikan organisme penganggu tanaman (OPT). Kemampuan pestisida puntung rokok ini akan bertambah dahsyat dalam pengendalian OPT apabila dicampur dengan ekstrak kulit jeruk yang dianggap masyarakat sebagai sisa produk yang tidak bermanfaat dan bernilai, termasuk masyarakat Desa Perbo Kecamatan Curup Utara. Padahal daerah ini merupakan daerah penghasil jeruk sehingga sangat mudah dan banyak untuk mendapatkan kulit jeruk sebagai bahan baku pembuatan pestisida yang berguna untuk membasmi hama. Salah satu pestisida yang digunakan untuk membasmi hama dengan kemungkinan tidak menimbulkan dampak negatif bagi tanaman dan lingkungan, yaitu dengan menggunakan pestisida botani yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kulit jeruk nipis. Berhubung masyarakat Desa Perbo Kecamatan Curup Utara masih lebih memprioritaskan pemakaian pestisida kimia dalam pengendalian OPT dan kurang memahami dampak negatif yang ditimbulkan, seperti timbulnya berbagai penyakit yang menyerang manusia serta terjadinya pencemaran lingkungan (Kesumawati, 2017). Maka perlu merubah pola pikir masyarakat agar beralih pada pestisida alami Cara yang paling efektif yang bisa diterapkan adalah melakukan penyuluhan/ pelatihan, dimana metodenya terdiri dari : (1) Pendidikan dan penyuluhan tentang perlunya memelihara kelestarian lingkungan dan bagaimana teknik pembuatan biopestisida kulit jeruk/puntung rokok; (2) Pelatihan cara pembuatan biopestisida yang bahan bakunya kulit jeruk dan puntung rokok. Kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil meningkatkan wawasan petani dalam membuat biopestisida campuran kulit jeruk dan puntung rokok, menekan biaya operasional dalam berusahatani serta meminimalisir pencemaran lingkungan akibat pemakaian pestisida sintetik.  Kata Kunci : Kulit jeruk, puntung rokok, pestisida nabati.
Improvement of Community Governance to Support Slum Upgrading Programs in Indonesia Asyrafinafilah Hasanawi; Hasanawi Masturi; Adib Hasanawi
Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : Ministry of National Development Planning Republic of Indonesia/Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36574/jpp.v3i3.88

Abstract

Urbanism's impact creates land scarcity as a result of an imbalance in urban land between supply and demand. As a developing country, Indonesia is still striving to overcome the slum area and provide decent housing for low - income groups. In fact, the city is owned by everyone, so slum people and other low - income groups have the right to the city to enjoy the results of development and its facilities and infrastructure, including decent urban living spaces. These areas are government challenges and opportunities to provide the best housing services for poor or marginal communities. Over the past decades, slum upgrading has become a global solution to overcome slum problems. It relies on the concept of ' self - help ' in which community participation is used as a means of improving and sustaining the quality of life of slum dwellers. The number of researches was carried out to analyze the level of community participation in slum upgrading, but not many analyze the level of governance in slum upgrading. The purpose of this research is to analyze the performance of Indonesia governance in achieving successful slum upgrading by using a single case study of one of Indonesia's slum upgrading projects, namely the Neighborhood Upgrading and Shelter Sector Project (NUSSP). The transition from centralized to decentralized governance has become the biggest challenge in implementing slum upgrading in Indonesia, especially on issues of political engagement, coordination, and cooperation, financial sustainability, tenure security, continuity, and institutionalization. This research has led to the conclusion that transitional Indonesia requires a unified strategy that combines some forms of centralized governance with some forms of decentralized governance. Finally, the concepts of ' self - help, ' ' less governance, ' and ' development from below ' proposed as the original concepts of slum upgrading could not work independently. Strong intervention, adequate governance and ' development from above ' are really needed to achieve successful slum upgrades. Keywords: slum; slum upgrading; governance; sustainability; community participation.
BIO-PESTISIDA BERBASIS EKSTRAK TEMBAKAU DARI LIMBAH PUNTUNG ROKOK DAN KULIT JERUK Neti Kesumawati; Suryadi Suryadi; Hasanawi Masturi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Limbah rokok atau yang sering kita sebut “ Puntung rokok “ adalah limbah yang tidak bermanfaat bagi lingkungan. Sedangkan limbah rokok dari tahun ketahun semakin meningkat, apalagi Indonesia merupakan negara peringkat ketiga dalam hal mengkonsumsi rokok. Menurut WHO, konsumsi rokok Indonesia perkapita adalah 1.742 rokok perorang pertahun. Rokok ini menghasilkan limbah berupa puntung rokok yang dapat merugikan lingkungan.  Selain berdampak negatif bagi lingkungan, puntung rokok yang mengandung senyawa eugenol dapat digunakan untuk mengendalikan organisme penganggu tanaman (OPT). Kemampuan pestisida puntung rokok ini akan bertambah dahsyat dalam pengendalian OPT apabila dicampur dengan ekstrak kulit jeruk yang dianggap masyarakat sebagai sisa produk yang tidak bermanfaat dan bernilai, termasuk masyarakat Desa Perbo Kecamatan Curup Utara. Padahal daerah ini merupakan daerah penghasil jeruk sehingga sangat mudah dan banyak untuk mendapatkan kulit jeruk sebagai bahan baku pembuatan pestisida yang berguna untuk membasmi hama. Salah satu pestisida yang digunakan untuk membasmi hama dengan kemungkinan tidak menimbulkan dampak negatif bagi tanaman dan lingkungan, yaitu dengan menggunakan pestisida botani yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti kulit jeruk nipis. Berhubung masyarakat Desa Perbo Kecamatan Curup Utara masih lebih memprioritaskan pemakaian pestisida kimia dalam pengendalian OPT dan kurang memahami dampak negatif yang ditimbulkan, seperti timbulnya berbagai penyakit yang menyerang manusia serta terjadinya pencemaran lingkungan (Kesumawati, 2017). Maka perlu merubah pola pikir masyarakat agar beralih pada pestisida alami Cara yang paling efektif yang bisa diterapkan adalah melakukan penyuluhan/ pelatihan, dimana metodenya terdiri dari : (1) Pendidikan dan penyuluhan tentang perlunya memelihara kelestarian lingkungan dan bagaimana teknik pembuatan biopestisida kulit jeruk/puntung rokok; (2) Pelatihan cara pembuatan biopestisida yang bahan bakunya kulit jeruk dan puntung rokok. Kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil meningkatkan wawasan petani dalam membuat biopestisida campuran kulit jeruk dan puntung rokok, menekan biaya operasional dalam berusahatani serta meminimalisir pencemaran lingkungan akibat pemakaian pestisida sintetik.  Kata Kunci : Kulit jeruk, puntung rokok, pestisida nabati.
Analisis Proses Bisnis Dalam Meningkatkan Produksi Dan Penjualan Pada Umkm Tempe Manabaya Di Parakanmuncang, Kabupaten Sumedang Hasanawi Masturi; Jajang Suherman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe Manabaya Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) in Parakanmuncang, Sumedang Regency, plays an important role in the local economy but still faces various challenges in business process management that affect production efficiency and sales performance. The main challenges include non-standardized production workflows, suboptimal raw material inventory control, basic operational record-keeping, and limited utilization of digital marketing. This study aims to analyze the existing business processes and identify opportunities for improvement to enhance productivity and sales. The study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were subsequently analyzed using business process analysis to map key activities and identify areas requiring improvement. The results indicate that streamlining workflows, standardizing production processes, strengthening inventory control, and implementing digital marketing can improve operational efficiency, reduce processing time, increase production capacity, and expand market reach. These findings confirm that business process analysis is an effective approach to enhancing the competitiveness and sustainability of MSMEs through more efficient and value-added operational management