Maman Chatamallah
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Komunikasi Kicau Mania Lovebird di Facebook Muhammad Realdy; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations 491-500
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25996

Abstract

Abstract. This study examines the digital interaction dynamics within the Bandung Prospect Lovebird Community on Facebook. Operating within the digital ethnography and qualitative descriptive paradigms, this research explores how traditional hobbyist subcultures adapt to modern social media structures to sustain social cohesion. Data collection was conducted through non-participant virtual observation and in-depth interviews with key community administrators and active members. The collected textual and visual interactions were analyzed using Miles and Huberman’s interactive qualitative framework, encompassing data reduction, data display, and verification. The findings reveal that communication patterns within the group are highly egalitarian yet asymmetric, heavily dominated by transactional exchanges, technical bird-training discussions, and distinct community jargon. Furthermore, while the platform effectively minimizes geographical barriers and fosters digital solidarity through mutual hobbyist identities, it simultaneously presents structural challenges such as widespread disinformation regarding avian care and high text-based miscommunication. This study concludes that Facebook serves as a critical socio-economic sphere for subcultural survival, though its efficacy remains constrained by user-driven participatory imbalances.   Abstrak. Penelitian ini mengkaji dinamika interaksi digital dalam Komunitas Lovebird Prospek Bandung di platform Facebook. Menggunakan paradigma deskriptif kualitatif, kajian ini mengeksplorasi cara subkultur penghobi tradisional mengadaptasi struktur media sosial modern untuk mempertahankan kohesi sosial kelompok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi virtual non-partisipan serta wawancara mendalam bersama pengelola grup dan anggota aktif. Data interaksi tekstual dan visual yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi di dalam grup berlangsung secara egaliter namun asimetris, yang didominasi oleh aktivitas transaksional, diskursus teknis perawatan burung, serta penggunaan jargon komunitas yang khas. Selain mampu mengikis sekat geografis dan membangun solidaritas digital berbasis kesamaan hobi, platform ini juga menyimpan tantangan struktural berupa tingginya disinformasi seputar perawatan satwa dan potensi miskomunikasi termediasi teks. Studi ini menyimpulkan bahwa Facebook berfungsi sebagai ruang sosio-ekonomi krusial bagi eksistensi subkultur, meskipun efektivitasnya masih terhambat oleh ketimpangan partisipasi pengguna.
Strategi Humas DPRD Provinsi Jawa Barat dalam Manajemen Isu Alya Salsabil Arafah; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations 631-636
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.26249

Abstract

Abstrack. The 17+8 People's Demands demonstration in West Java Province sparked various public reactions that have the potential to influence perceptions of regional legislative institutions. This situation encourages the strategic role of public relations in managing emerging issues in society. This study was designed to examine the public relations strategy of the West Java Provincial DPRD in issue management after the demonstration, particularly in responding to and shaping public opinion. This study applied a qualitative approach using a case study method. Data collection was conducted using in-depth interviews and documentation techniques. The research findings revealed that the West Java Provincial Government's public relations strategy in issue management was implemented through continuous issue monitoring, rapid and coordinated information dissemination, utilization of social media as a public communication medium, and efforts to provide clarification and explanation of policies to the public. These strategies were intended to reduce negative issues, build public understanding, and maintain public trust in the institution. Abstrak. Demonstrasi Tuntutan Rakyat 17+8 di Provinsi Jawa Barat memunculkan berbagai reaksi publik yang berpotensi memengaruhi persepsi terhadap lembaga legislatif daerah. Kondisi ini mendorong keberadaan peran strategis humas dalam mengelola isu yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini dirancang untuk meneliti strategi humas DPRD Provinsi Jawa Barat dalam manajemen isu pasca demonstrasi tersebut, khususnya dalam merespons dan membentuk opini publik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa strategi humas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan isu dijalankan melalui pemantauan isu secara berkelanjutan, penyebaran informasi yang cepat dan berkoordinasi, pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi publik, serta upaya memberikan klarifikasi dan penjelasan kebijakan kepada masyarakat. Strategi tersebut dimaksudkan untuk meredam isu negatif, membentuk pemahaman publik, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
Analisis Komunikasi Interpersonal Mentor dengan Mentee pada Program Mentoring BTAQ Unisba 2025 Briana Rahman Sani; Maman Chatamallah
Bandung Conference Series: Public Relations 637-644
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.26277

Abstract

Abstract. The Qur'an Reading and Writing Mentoring Program (BTAQ) at Bandung Islamic University is an Islamic development program designed to improve first-year students' ability to read and write the Qur'an. The success of this program is influenced by interpersonal communication between mentors and mentees. This study aims to analyze the mentors' interpersonal communication process, mentees' responses, the actions taken to overcome communication barriers, and the underlying causes of those barriers in the 2025 BTAQ Mentoring Program at Bandung Islamic University. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), observations, and documentation involving 13 participants, consisting of mentors, mentees, the Head of the BOM-PAI Tutorial Department, and the Head of Student Affairs at Bandung Islamic University. Data were analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The validity of the data was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that mentors implemented interpersonal communication adaptively by considering mentees' characteristics, class levels, and group dynamics. Communication barriers were influenced by mentee-related, mentor-related, organizational, technical, and situational factors. The study concludes that the quality of interpersonal relationships established at the beginning of the mentoring process is a crucial factor in supporting the effectiveness of the 2025 BTAQ Mentoring Program at Bandung Islamic University. Abstrak. Program Mentoring Baca Tulis Al-Qur'an (BTAQ) Universitas Islam Bandung merupakan program pembinaan keislaman bagi mahasiswa baru untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an. Keberhasilan program ini dipengaruhi oleh komunikasi interpersonal antara mentor dan mentee. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi interpersonal mentor, tanggapan mentee, tindakan dalam mengatasi hambatan, serta alasan terjadinya hambatan komunikasi pada Program Mentoring BTAQ Unisba 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, Focus Group Discussion, observasi, dan dokumentasi terhadap 13 narasumber yang terdiri atas mentor, mentee, Kepala Departemen Tutorial BOM-PAI, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Unisba. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentor menerapkan komunikasi interpersonal secara adaptif sesuai karakter mentee, jenjang kelas, dan kondisi kelompok. Hambatan komunikasi dipengaruhi oleh faktor mentee, mentor, penyelenggaraan, teknis, dan situasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas relasi interpersonal yang dibangun sejak awal menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas Program Mentoring BTAQ Unisba 2025.