Latar Belakang: Anak usia prasekolah berada pada masa pertumbuhan yang pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Pola makan yang tidak sesuai dapat berkaitan dengan munculnya masalah gizi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan status gizi pada anak prasekolah di Kecamatan Tabukan. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 117 anak prasekolah di PAUD Nusa Indah dan PAUD Kuncup Mekar. Sampel dipilih menggunakan cluster random sampling. Pola makan diukur menggunakan kuesioner 25 pernyataan yang mencakup jenis, frekuensi, porsi, komposisi, dan kebiasaan makan, sedangkan status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri dan indeks massa tubuh menurut umur. Analisis hubungan menggunakan Spearman's rho. Hasil: Sebanyak 66 anak (56,41%) memiliki pola makan baik dan 51 anak (43,59%) memiliki pola makan tidak baik. Status gizi terdiri atas gizi buruk 24 anak (20,51%), gizi kurang 25 anak (21,37%), gizi baik 48 anak (41,03%), gizi lebih 15 anak (12,82%), dan obesitas 5 anak (4,27%). Uji Spearman's rho menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi (p=0,465; r=0,068). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan status gizi pada anak prasekolah. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain seperti aktivitas fisik, penyakit infeksi, pola asuh, dan kondisi sosial ekonomi serta menggunakan pengukuran asupan yang lebih objektif.