Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 174530 Siambolas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 14 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek perasaan senang meliputi indikator frekuensi kehadiran yang berada pada butir 1 sebesar 79% (sebagian besar), butir 26 sebesar 50% (setengahnya). Indikator keinginan untuk terus belajar yang berada pada butir 3 sebesar 43%, 5 sebesar 35%, 28 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), dan butir 30 sebesar 58% (lebih dari setengahnya). Indikator antusias belajar yang berada pada butir 7 sebesar 43%, 9 sebesar 43%, 32 sebesar 43%, 34 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), butir 11 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 36 sebesar 50% (setengahnya). Indikator tidak merasa bosan belajar yang berada pada butir 13 sebesar 43%, 15 sebesar 43%, 40 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 38 sebesar 50% (setengahnya). (2) Aspek memperhatikan pelajaran meliputi indikator mendengarkan penjelasan guru berada pada butir 17 sebesar 63% (lebih dari setengahnya) dan butir 42 sebesar 50% (setengahnya). Indikator mencatat materi pada butir 19 sebesar 43% dan 44 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator membaca catatan di papan tulis pada butir 2 sebesar 64%, 48 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 21 sebesar 29%, 23 sebesar 43%, 25 sebesar 36%, 46 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator konsentrasi dalam belajar pada butir 27 dan 24 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). (3) Aspek partisipasi dalam proses pembelajaran meliputi indikator bertanya pada butir 29 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 6 sebesar 78% (Sebagian besar). Indikator menjawab pertanyaan pada butir 8 sebesar 50%, 31 sebesar 50% (setengahnya), butir 10 sebesar 57%, 33 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator mengerjakan tugas pada butir 12 sebesar 63%, 14 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 35 sebesar 43%, 37 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari pada butir 16 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 39 sebesar 50% (setengahnya). (4) Aspek kemauan untuk tahu lebih banyak meliputi indikator mengunjungi perpustakaan pada butir 18 sebesar 57% dan 41 sebesar 63% (lebih dari setengahnya). Indikator bertanya dan berdiskusi pada butir 20 sebesar 50% dan 22 sebesar 50% (setengahnya), butir 43 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 45 sebesar 72% (lebih dari setengahnya). Indikator menelaah buku tentang Pelajaran Bahasa Indonesia pada butir 24 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 47 sebesar 36%, 49 sebesar 36%, 50 sebesar 36%, 51 sebesar 36% dan 52 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Artinya variasi minat belajar siswa sangat ditentukan oleh bagaimana kemauan untuk lebih banyak memperhatikan pelajaran dalam proses pembelajaran.