Dody Feliks Pandimun Ambarita
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 101771 Tembung Ryan I Sihotang; Dody Feliks Pandimun Ambarita; Ibrahim Gultom; Laurensia Masri Perangin Angin; Yusra Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 101771 Tembung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 101771 Tembung tahun ajaran 2024/2025. Sampel penelitian berjumlah 67 orang siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif, dilanjutkan dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji linearitas, kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa, dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.05 Dan koefisien korelasi sebesar 0.494. Nilai tersebut berada pada rentang 0.40-0.599 sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin guru memperhatikan gaya belajar siswanya dan siswanya memahami gaya belajarnya maka semakin meningkat hasil belajar siswa. Dengan demikian, gaya belajar berperan penting dalam mendukung pembelajaran yang efektif dan pencapaian hasil belajar yang optimal.
Analisis Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 174530 Siambolas Nisa Teresia Four Nigerls Situmeang; Dody Feliks Pandimun Ambarita; Nurmayani Nurmayani; Faisal Faisal; Masta Marselina Sembiring
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 174530 Siambolas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 14 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek perasaan senang meliputi indikator frekuensi kehadiran yang berada pada butir 1 sebesar 79% (sebagian besar), butir 26 sebesar 50% (setengahnya). Indikator keinginan untuk terus belajar yang berada pada butir 3 sebesar 43%, 5 sebesar 35%, 28 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), dan butir 30 sebesar 58% (lebih dari setengahnya). Indikator antusias belajar yang berada pada butir 7 sebesar 43%, 9 sebesar 43%, 32 sebesar 43%, 34 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), butir 11 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 36 sebesar 50% (setengahnya). Indikator tidak merasa bosan belajar yang berada pada butir 13 sebesar 43%, 15 sebesar 43%, 40 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 38 sebesar 50% (setengahnya). (2) Aspek memperhatikan pelajaran meliputi indikator mendengarkan penjelasan guru berada pada butir 17 sebesar 63% (lebih dari setengahnya) dan butir 42 sebesar 50% (setengahnya). Indikator mencatat materi pada butir 19 sebesar 43% dan 44 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator membaca catatan di papan tulis pada butir 2 sebesar 64%, 48 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 21 sebesar 29%, 23 sebesar 43%, 25 sebesar 36%, 46 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator konsentrasi dalam belajar pada butir 27 dan 24 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). (3) Aspek partisipasi dalam proses pembelajaran meliputi indikator bertanya pada butir 29 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 6 sebesar 78% (Sebagian besar). Indikator menjawab pertanyaan pada butir 8 sebesar 50%, 31 sebesar 50% (setengahnya), butir 10 sebesar 57%, 33 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator mengerjakan tugas pada butir 12 sebesar 63%, 14 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 35 sebesar 43%, 37 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari pada butir 16 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 39 sebesar 50% (setengahnya). (4) Aspek kemauan untuk tahu lebih banyak meliputi indikator mengunjungi perpustakaan pada butir 18 sebesar 57% dan 41 sebesar 63% (lebih dari setengahnya). Indikator bertanya dan berdiskusi pada butir 20 sebesar 50% dan 22 sebesar 50% (setengahnya), butir 43 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 45 sebesar 72% (lebih dari setengahnya). Indikator menelaah buku tentang Pelajaran Bahasa Indonesia pada butir 24 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 47 sebesar 36%, 49 sebesar 36%, 50 sebesar 36%, 51 sebesar 36% dan 52 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Artinya variasi minat belajar siswa sangat ditentukan oleh bagaimana kemauan untuk lebih banyak memperhatikan pelajaran dalam proses pembelajaran.