Nurmayani Nurmayani
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pemanfaatan Media Pembelajaran oleh Guru Kelas IV Sekolah Dasar Dwi Sulistianing Warni; Nur Hidayani Zahra; Fanny Tio Siahaan; Bintang Ramadani Harahap; Kurnia Safitri; Annisah Diana Syafitri; Husnia Kaisyah; Nurmayani Nurmayani; Yuni Hajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran serta upaya optimalisasinya dalam meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran masih belum optimal karena guru lebih dominan menggunakan metode ceramah dengan bantuan papan tulis. Hal ini berdampak pada rendahnya keaktifan dan pemahaman siswa. Namun, penggunaan media pembelajaran terbukti mampu meningkatkan perhatian, partisipasi, dan pemahaman siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana, waktu, dan kompetensi guru. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi melalui peningkatan kreativitas guru dan pemanfaatan media sederhana maupun digital.
Analisis Pembelajaran dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman Siswa di Kelas V SDS HKBP Pardamean Medan Erika Purba; Jihan Badzlina; Rika Silalahi; Nurmayani Nurmayani; Yuni Hajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa di kelas V SDS HKBP Pardamean Medan. Pemahaman siswa merupakan indikator penting dalam keberhasilan pembelajaran, namun masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sehingga perlu dikaji faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan guru kelas V sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah berlangsung secara sistematis, namun belum sepenuhnya mengoptimalkan pemahaman siswa. Faktor yang mempengaruhi meliputi faktor internal seperti rendahnya motivasi, kurangnya kemampuan literasi, dan perbedaan kemampuan awal siswa, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih konvensional, keterbatasan penggunaan media pembelajaran, dan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Selain itu, pengaruh teknologi serta rendahnya minat belajar siswa juga menjadi kendala. Kesimpulannya, peningkatan pemahaman siswa memerlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berpusat pada siswa.
Analisis Penggunaan Media Pop-Up Book Berbasis Cerita Rakyat Daerah terhadap Literasi Membaca Siswa Kelas IV SDN 064972 Humaira Putri; Nurmayani Nurmayani; Masta Marselina Sembiring; Sri Mustika Aulia; Syahrial Syahrial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40172

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa, kurang optimalnya pelaksanaan kegiatan literasi sekolah, serta terbatasnya ketersediaan bahan bacaan yang menarik bagi siswa sekolah dasar. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan literasi membaca siswa kelas IV SDN 064972 belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media Pop-Up Book berbasis cerita rakyat daerah terhadap literasi membaca siswa kelas IV SDN 064972 Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Pop-Up Book berbasis cerita rakyat daerah mampu meningkatkan ketertarikan siswa dalam membaca, membantu pemahaman isi bacaan, meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan literasi membaca, media ini juga berkontribusi dalam mengenalkan budaya lokal kepada siswa melalui cerita rakyat daerah. Dengan demikian, media Pop-Up Book dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung kegiatan literasi membaca di sekolah dasar.
Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Team Assited Individualization terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Negeri 060926 Medan Amplas Wibi Ayu Aulia; Apiek Gandamana; Nurmayani Nurmayani; Waliyul Maulana Siregar; Yusra Nasution
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV di SD Negeri 060926 Medan Amplas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, kurangnya variasi model pembelajaran yang diterapkan guru, serta rendahnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain pre-experimental tipe one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 060926 Medan Amplas dengan jumlah sampel sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 19 soal yang telah memenuhi kriteria valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 55,79 yang meningkat menjadi 78,44 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 22,65 poin. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,00 atau lebih kecil dari 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV di SD Negeri 060926 Medan Amplas.
Analisis Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 174530 Siambolas Nisa Teresia Four Nigerls Situmeang; Dody Feliks Pandimun Ambarita; Nurmayani Nurmayani; Faisal Faisal; Masta Marselina Sembiring
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 174530 Siambolas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 14 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek perasaan senang meliputi indikator frekuensi kehadiran yang berada pada butir 1 sebesar 79% (sebagian besar), butir 26 sebesar 50% (setengahnya). Indikator keinginan untuk terus belajar yang berada pada butir 3 sebesar 43%, 5 sebesar 35%, 28 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), dan butir 30 sebesar 58% (lebih dari setengahnya). Indikator antusias belajar yang berada pada butir 7 sebesar 43%, 9 sebesar 43%, 32 sebesar 43%, 34 sebesar 43% (kurang dari setengahnya), butir 11 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 36 sebesar 50% (setengahnya). Indikator tidak merasa bosan belajar yang berada pada butir 13 sebesar 43%, 15 sebesar 43%, 40 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 38 sebesar 50% (setengahnya). (2) Aspek memperhatikan pelajaran meliputi indikator mendengarkan penjelasan guru berada pada butir 17 sebesar 63% (lebih dari setengahnya) dan butir 42 sebesar 50% (setengahnya). Indikator mencatat materi pada butir 19 sebesar 43% dan 44 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator membaca catatan di papan tulis pada butir 2 sebesar 64%, 48 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 21 sebesar 29%, 23 sebesar 43%, 25 sebesar 36%, 46 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator konsentrasi dalam belajar pada butir 27 dan 24 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). (3) Aspek partisipasi dalam proses pembelajaran meliputi indikator bertanya pada butir 29 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 6 sebesar 78% (Sebagian besar). Indikator menjawab pertanyaan pada butir 8 sebesar 50%, 31 sebesar 50% (setengahnya), butir 10 sebesar 57%, 33 sebesar 43% (kurang dari setengahnya). Indikator mengerjakan tugas pada butir 12 sebesar 63%, 14 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 35 sebesar 43%, 37 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Indikator mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari pada butir 16 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 39 sebesar 50% (setengahnya). (4) Aspek kemauan untuk tahu lebih banyak meliputi indikator mengunjungi perpustakaan pada butir 18 sebesar 57% dan 41 sebesar 63% (lebih dari setengahnya). Indikator bertanya dan berdiskusi pada butir 20 sebesar 50% dan 22 sebesar 50% (setengahnya), butir 43 sebesar 36% (kurang dari setengahnya), dan butir 45 sebesar 72% (lebih dari setengahnya). Indikator menelaah buku tentang Pelajaran Bahasa Indonesia pada butir 24 sebesar 57% (lebih dari setengahnya), butir 47 sebesar 36%, 49 sebesar 36%, 50 sebesar 36%, 51 sebesar 36% dan 52 sebesar 36% (kurang dari setengahnya). Artinya variasi minat belajar siswa sangat ditentukan oleh bagaimana kemauan untuk lebih banyak memperhatikan pelajaran dalam proses pembelajaran.