The ability to analyze stories is an important skill in Indonesian language learning because it requires students to identify and interpret intrinsic elements of a narrative. However, students at the elementary school level may experience difficulties in analyzing story content when learning activities are less engaging and provide limited opportunities for active participation. This study aimed to examine the effect of the Picture and Picture learning model on third-grade students’ story analysis skills in Indonesian language learning. The study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. Data were collected through tests, observations, and documentation and analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and paired-sample t-test. The findings indicate that the implementation of the Picture and Picture learning model was associated with an improvement in students’ ability to analyze stories. The statistical analysis also demonstrated a significant difference between students’ performance before and after the implementation of the learning model. These findings suggest that the Picture and Picture model can support students in understanding and analyzing intrinsic elements of stories through visual, structured, and interactive learning activities. The model may therefore serve as an alternative instructional approach for strengthening elementary students’ story analysis skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Kemampuan menganalisis cerita merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena berkaitan dengan kemampuan siswa memahami dan menghubungkan berbagai unsur dalam teks. Namun, kemampuan siswa dalam menganalisis unsur intrinsik cerita masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap kemampuan menganalisis cerita pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 3 SDN Pucang IV Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 25 siswa kelas 3-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menganalisis cerita siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model picture and picture. Pengujian statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa sebelum dan setelah penerapan model. Pencapaian indikator menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai unsur intrinsik cerita, meskipun tingkat penguasaan pada setiap indikator masih beragam. Temuan ini menunjukkan bahwa model picture and picture dapat menjadi alternatif pembelajaran yang membantu siswa memahami dan menganalisis cerita melalui aktivitas visual yang terstruktur.