Dicky Alfian Nur Rachman
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Hadis Tarbawi Dicky Alfian Nur Rachman; Haedarullah; M. Imam Riziek Sihabi; Munazzah Hurun Ainun; Maslani Maslani
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/0vqeae09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep emotional intelligence (EI) Daniel Goleman dalam perspektif hadis tarbawi serta mengidentifikasi relevansinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian meliputi buku Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ karya Daniel Goleman dan hadis-hadis yang relevan dalam Maktabah Syamilah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan memetakan konsep EI ke dalam lima aspek, yaitu self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, dan social skills, kemudian mengidentifikasi kesesuaiannya dengan pesan pendidikan dalam hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aspek EI memiliki padanan nilai dalam hadis tarbawi. Self-awareness berkaitan dengan kesadaran dan pengendalian ucapan serta perilaku; self-regulation tercermin dalam kemampuan mengendalikan amarah; motivation berkaitan dengan ketekunan, ikhtiar, dan orientasi kepada Allah; empathy diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran terhadap orang yang mengalami kesulitan; sedangkan social skills berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan sosial yang baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hadis tarbawi tidak hanya memberikan landasan normatif, tetapi juga memiliki relevansi konseptual bagi pengembangan kecerdasan emosional dalam pendidikan Islam. Secara praktis, integrasi nilai-nilai tersebut dapat digunakan sebagai landasan penguatan pendidikan karakter dan pembentukan kompetensi emosional pendidik dan peserta didik.