Munazzah Hurun Ainun
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Power Point terhadap Motivasi Belajar dan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Hapid Hapid; Paisal Ahmad Akbar; Sheila Mafaizah; Siti Fatmawati; Haedarullah Haedarullah; Munazzah Hurun Ainun; Syahruramadhan Syahruramadhan
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa Besar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35964/al-munawwarah.v18i1.709

Abstract

The development of educational technology has encouraged the use of learning media that can improve the quality of teaching and learning processes, including in Islamic Cultural History (ICH) subjects. However, students' learning motivation and critical thinking skills remain significant challenges in ICH learning. This study aimed to analyze the effect of PowerPoint media on students' learning motivation and critical thinking skills in Islamic Cultural History subjects. The research employed a quantitative approach using an Ex Post Facto (causal-comparative) method. The sample consisted of 39 students selected through a total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics, Pearson Product Moment correlation, and simple linear regression with the assistance of SPSS 26. The findings revealed that the use of PowerPoint media positively influenced students' learning motivation and critical thinking skills. Systematic, engaging, and visually supported presentations enhanced students' participation in learning activities, encouraged active engagement, and facilitated deeper understanding, analysis, and evaluation of learning materials. These findings indicate that PowerPoint media can serve as an effective instructional medium for improving both the learning process and learning outcomes in Islamic Cultural History education.
Kecerdasan Emosional dalam Perspektif Hadis Tarbawi Dicky Alfian Nur Rachman; Haedarullah; M. Imam Riziek Sihabi; Munazzah Hurun Ainun; Maslani Maslani
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/0vqeae09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep emotional intelligence (EI) Daniel Goleman dalam perspektif hadis tarbawi serta mengidentifikasi relevansinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data penelitian meliputi buku Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ karya Daniel Goleman dan hadis-hadis yang relevan dalam Maktabah Syamilah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan memetakan konsep EI ke dalam lima aspek, yaitu self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, dan social skills, kemudian mengidentifikasi kesesuaiannya dengan pesan pendidikan dalam hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aspek EI memiliki padanan nilai dalam hadis tarbawi. Self-awareness berkaitan dengan kesadaran dan pengendalian ucapan serta perilaku; self-regulation tercermin dalam kemampuan mengendalikan amarah; motivation berkaitan dengan ketekunan, ikhtiar, dan orientasi kepada Allah; empathy diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran terhadap orang yang mengalami kesulitan; sedangkan social skills berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan sosial yang baik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa hadis tarbawi tidak hanya memberikan landasan normatif, tetapi juga memiliki relevansi konseptual bagi pengembangan kecerdasan emosional dalam pendidikan Islam. Secara praktis, integrasi nilai-nilai tersebut dapat digunakan sebagai landasan penguatan pendidikan karakter dan pembentukan kompetensi emosional pendidik dan peserta didik.