Yashita Nova Ariska
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kelimpahan dan Karakteristik Mikroplastik pada Air, Sedimen, dan Kerang Tahu (Meretrix sp.) di Perairan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan Yashita Nova Ariska; Febi Ayu Pramithasari; Indah Wahyuni Abida; Mertiara Ratih Terry Laksani; Ima Isyana Maysayroh
Jurnal Kelautan Vol 19, No 2: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v19i2.34116

Abstract

ABSTRAKPeningkatan penggunaan plastik di Indonesia berkontribusi terhadap meningkatnya pencemaran mikroplastik di perairan laut. Plastik yang sulit terurai akan terfragmentasi menjadi partikel kecil berukuran 5 mm yang bersifat persisten dan berpotensi berdampak terhadap ekosistem perairan serta kesehatan manusia. Perairan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura berpotensi tercemar mikroplastik akibat aktivitas domestik, perikanan, dan kegiatan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kelimpahan serta jenis mikroplastik pada air, sedimen, dan kerang tahu (Meretrix sp.) di Perairan Pangeranan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Analisis mikroplastik mengacu pada prosedur National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan identifikasi dilakukan menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan pada seluruh matriks sampel dengan kelimpahan yang bervariasi antar stasiun dan waktu pengambilan sampel. Kelimpahan mikroplastik berkisar antara 2,56–5,76 partikel/L pada air, 0,98–3,54 partikel/g pada sedimen, dan 0,18–0,72 partikel/individu pada kerang tahu. Jenis mikroplastik yang dominan pada air dan sedimen adalah dalam bentuk fragment yang diikuti bentuk fiber, serta film ditemukan dalam jumlah paling rendah. Sedangkan pada kerang tahu, mikroplastik yang ditemukan dominan dalam bentuk fiber. Keberadaan mikroplastik pada seluruh sampel menunjukkan adanya potensi cemaran mikroplastik di Perairan Pangeranan sehingga diperlukan pemantauan dalam pengelolaan lingkungan pesisir.Kata Kunci: mikroplastik, air, sedimen, kerang tahu (Meretrix sp.), perairan pesisirABSTRACTThe increasing use of plastic in Indonesia contributes to the rising contamination of microplastics in marine waters. Plastics that are difficult to degrade fragment into particles smaller than 5 mm, which are persistent and potentially harmful to aquatic ecosystems and human health. Pangeranan Waters, Bangkalan Regency, Madura Island, are potentially contaminated by microplastics due to domestic activities, fisheries, and coastal activities. This study aims to determine and compare the abundance and types of microplastics in water, sediment, and hard clam (Meretrix sp.) in Pangeranan Waters. Sampling was conducted using purposive sampling method. Microplastic analysis followed the procedures of the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), and identification was carried out using a stereo microscope. The results showed that microplastics were found in all sample matrices with varying abundance across stations and sampling periods. The abundance ranged from 2.56–5.76 particles/L in water, 0.98–3.54 particles/g in sediment, and 0.18–0.72 particles/individual in hard clams. Fragments were the dominant microplastic type in water and sediment, followed by fibers, while films were found in the lowest quantities. In contrast, fibers were the dominant microplastic type found in Meretrix sp. The presence of microplastics across all samples indicates potential microplastic contamination in Pangeranan waters, highlighting the need for monitoring as part of coastal environmental management.Keywords: microplastics, water, sediment, hard clam (Meretrix sp.), coastal waters