Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS POTENSIAL BAHAYA DAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Sri Kaidah; Wahyu Hari Prasojo; Muhammad Ari Prasetio; Tosty Maylangi Sitorus
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v21i2.313

Abstract

Setiap tempat kerja memiliki risiko akan terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak direncanakan dan tidak terkontrol atau terkendali yang disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, mesin atau gabungan dari ketiganya yang terjadi pada saat proses kerja yang sangat mungkin akan menimbulkan luka, kerusakan properti dan kematian atau kejadian yang tidak diinginkan lainnya. Kecelakaan kerja yang terjadi selalu menimbulkan kerugian, seperti menurunnya produktivitas perusahaan karena pekerja tidak mampu bekerja secara optimal, hilangnya jumlah tenaga kerja dan tentu akan menurunkan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urutan prioritas penanganan potensi bahaya berisiko yang mengakibatkan kecelakaan kerja, menganalisis proses/kegiatan yang berisiko tinggi yang mengakibatkan kecelakaan kerja, dan menganalisis usulan pengendalian terhadap potensi bahaya yang berisiko mengakibatkan kecelakaan kerja. Metode analisis yang akan digunakan adalah metode failure modes effect analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya terpapar suhu panas (proses peleburan) memiliki nilai RPN 297,7 sehingga proses produksi yang paling berisiko, yaitu proses pembentukan atau pencetakan bahan baku. Urutan prioritas penanganan potensi bahaya dari proses produksi botol kaca, yaitu paparan suhu panas, kebisingan, terkena pecahan botol kaca, sesak napas dan terjepit mesin/conveyor. Adapun pengendalian yang harus dilakukan adalah menyediakan kipas angin, menyediakan penyekat dan perisai, serta menyediakan spot-spot air minum agar para operator tidak dehidrasi.