Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa dan keberhasilan akademik murid. Namun, murid dengan hambatan pendengaran sering mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana karena keterbatasan akses terhadap informasi auditif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan murid dengan hambatan pendengaran melalui penerapan metode Montessori di kelas I SLB Negeri Aek Kanopan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian terdiri atas empat murid berinisial D, K, R, dan A. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca permulaan dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan pada seluruh subjek. Pada Siklus I, persentase capaian kemampuan membaca permulaan D sebesar 50%, K 58%, R 72%, dan A 79%. Metode penelitian dalam abstrak telah dinyatakan menggunakan tiga siklus, tetapi hasil yang dilaporkan hanya mencakup Siklus I dan Siklus II. Kondisi ini menimbulkan ketidakkonsistenan antara desain penelitian dan hasil yang disajikan. Oleh karena itu, abstrak perlu dilengkapi dengan hasil Siklus III atau hasil akhir penelitian, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian kemampuan murid setelah seluruh tindakan diberikan serta menunjukkan konsistensi antara metode, pelaksanaan, dan hasil penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan murid dengan hambatan pendengaran melalui pembelajaran yang konkret, visual, dan multisensori. Dengan demikian, metode Montessori dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada murid dengan hambatan pendengaran.