Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Malaria dengan Perilaku Pencegahan pada Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Indonesia Christy, Kezia; Tanumihardja, Tommy Nugroho; Handayani, Yvonne Suzy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.379 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.477

Abstract

Pendahuluan: Mentawai merupakan daerah dengan angka malaria terbesar di Sumatera Barat, namun masih sedikit penelitian mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi. Metode: Penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional pada ibu hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Sumatera Barat. Pengambilan data dengan wawancara responden dari rumah ke rumah menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi square dan Fisher dengan Interval Kepercayaan 95% dan nilai kemaknaan p<0,05 menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil: Dari 36 responden, 22 responden (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 24 responden (66,7%) memiliki sikap positif, 27 responden (75%) tidak memiliki perilaku pencegahan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,062) dan sikap dengan perilaku (p=0,706). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,020), jarak fasilitas kesehatan (p=0,020) dan peran tokoh panutan (p=0,001) terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku mengenai pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Terdapat hubungan bermakna antara usia, jarak fasilitas kesehatan dan peran tokoh panutan terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai metode efektif penyampaian informasi untuk masyarakat Mentawai serta pengaruh faktor budaya pada perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil.Introduction: Mentawai is a region with the most frequent cases of malaria in West Sumatera. There is still little research on knowledge, attitude and practice, especially about malaria in pregnancy as a high-risk group. Methods: An analytic study with a cross-sectional approach on pregnant women in Muara Siberut and Maillepet Village. Data were collected by house to house interview on respondents using questionnaires. Data were analyzed with chi square and Fisher method with 95% Confidence Interval and significance value of p<0,05. Results: Total respondents are 36 pregnant women, 22 (61,1%) have a good knowledge, 24 (66,7%) have a positive attitude, 27 respondents (75%) don’t have a preventive health practice. There were no significant relationship between knowledge and practice (p=0,062) on malaria prevention during pregnancy, no significant relationships between attitude and practiceon malaria prevention during pregnancy (p=0,706). There were significant relationships between age (p=0,020), distance of health clinic (p=0,020), and role of community leaders (p=0,001) towards practice on malaria prevention during pregnancy. Conclusion: No significant relationships between knowledge and practice on malaria prevention during pregnancy, also no significant relationship between attitude and practice on malaria in pregnancy. 
Mobilisasi Pasien Lanjut Usia dengan Peripheral Nerve Block pada Operasi Cemented Bipolar Hemiarthroplasty Akibat Fraktur Collum Femur: Sebuah Laporan Kasus Tommy Nugroho Tanumihardja; Dian Daniella
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.438 KB) | DOI: 10.14710/jai.v8i2.19807

Abstract

Pendahuluan : Komplikasi dari fraktur tulang panggul seringkali berhubungan dengan mobilisasi, dimana semakin cepat mobilisasi postoperatif pasien, maka semakin rendah risiko komplikasi yang dialami pasien.Sekitar 50% fraktur tulang panggul adalah fraktur collum femur. Tujuan pembuatan laporan kasus ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai mobilisasi pada pasien lansia dengan fraktur collum femur.Penting untuk mengontrol rasa nyeri dan menggunakan teknik anestesi yang mendukung mobilisasi dini pasien postoperatif.Perlu diperhatikan pula masalah psikologis dari pasien, seperti ketakutan untuk jatuh postoperatif yang menjadi penghambat utama dalam kasus ini bagi pasien untuk berjalan independen dan masih perlu ditentukan waktu mobilisasi postoperatif yang terbaik bagi pasien.Kasus : Pasien laki-laki berumur 73 tahun datang dengan keluhan nyeri pada paha kiri (Numeric Pain Rating Scale (NPRS) 5) setelah terjatuh empat hari sebelumnya dari anak tangga setinggi ± 50 cm. Pasien terjatuh terduduk dan semenjak itu pasien tidak dapat berdiri.Sebelum terjatuh, pasien dapat berjalan mandiri, merawat dirinya sendiri dan tinggal bersama dengan anak perempuannya.Ringkasan : Mobilisasi dini pada pasien lansia dengan fraktur collum femur dihubungkan dengan penurunan risiko komplikasi dan mortalitas.Penting bagi seorang dokter untuk mengontrol rasa nyeri dan menggunakan teknik anestesi yang mendukung mobilisasi pasien postoperatif.Perlu diperhatikan pula masalah psikologis dari pasien, seperti ketakutan untuk jatuh postoperatif dan masih perlu ditentukan waktu mobilisasi postoperatif yang terbaik bagi pasien.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH DI KECAMATAN SIBERUT SELATAN, KEPULAUAN MENTAWAI TAHUN 2018 Rennie Yolanda; Angela Kurniadi; Tommy Nugroho Tanumihardja
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 10 No 1 (2019): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 10 NO. 1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.696 KB) | DOI: 10.22435/kespro.v10i1.2174

Abstract

Abstract Background: Increasing percentage of adolescents who have had premarital sex from year to year and many factors that associated with adolescent attitudes towards premarital sexual behavior. Objective: Identifies factors associated with adolescent attitudes towards premarital sexual behaviour in South Siberut. Method: Observational analytic research with a cross-sectional study. Respondents were collected from all high schools in South Siberut using stratified random sampling with a total of 126 respondents. Variables included are gender, father’s education level, mother’s education level, parent income, HIV/AIDS knowledge, and attitude towards HIV/AIDS. Research instrument using questionnaires. Data were analyzed using Chi-square test. Result: 53,2 percent of adolescents had an attitude that didn’t support premarital sexual behaviour. The result of bivariate analysis showed that there was a relationship between adolescent attitudes towards premarital sexual behaviour with gender (p=0,003). There was no relationship between adolescent attitudes towards premarital sexual behaviour with father’s education level (p=0,161), mother’s education level (p=0,915), parent income (p=0,69), HIV/AIDS knowledge (p=0,257), and attitude towards HIV/AIDS (p=0,141). Conclusion: Factor that associated with adolescent attitudes towards premarital sexual behaviour is gender. Father’s education level, mother’s education level, parent income, HIV/AIDS knowledge, and attitude towards HIV/AIDS aren’t associated with adolescent attitudes towards premarital sexual behaviour. Keywords: premarital sexual behaviour, HIV/AIDS, adolescent, South Siberut. Abstrak Latar belakang: Meningkatnya persentase remaja yang telah melakukan hubungan seksual pranikah dari tahun ke tahun dan banyaknya faktor yang berhubungan dengan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah di Kecamatan Siberut Selatan. Metode: Penelitian analitik observasional dengan studi potong lintang. Responden berasal dari seluruh SMA/sederajat di Kecamatan Siberut Selatan dengan pengambilan sampel acak berstrata sejumlah 126 responden. Variabel yang dicari meliputi jenis kelamin, tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, penghasilan orangtua, tingkat pengetahuan HIV/AIDS, dan sikap terhadap HIV/AIDS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji kai kuadrat. Hasil: Sebanyak 53,2 persen remaja memiliki sikap tidak mendukung perilaku seksual pranikah. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah dengan jenis kelamin (p=0,003). Tidak terdapat hubungan antara sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah dengan tingkat pendidikan ayah (p=0,161), tingkat pendidikan ibu (p=0,915), penghasilan orangtua (p=0,69), tingkat pengetahuan HIV/AIDS (p=0,257), dan sikap terhadap HIV/AIDS (p=0,141). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah adalah jenis kelamin. Tingkat pendidikan ayah, tingkat pendidikan ibu, penghasilan orangtua, tingkat pengetahuan HIV/AIDS, dan sikap terhadap HIV/AIDS tidak berhubungan dengan sikap remaja terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: perilaku seksual pranikah, HIV/AIDS, Remaja, Siberut Selatan
RUMAH MENTAWAI: AGEN PERUBAHAN MELALUI KARYA BIDANG PENDIDIKAN, KESEHATAN, SOSIAL-EKONOMI Williem Halim; Amelia Kristofani; Yustina Yustina; Hermin Sarina; Rafael Azarya; Tommy N. Tanumihardja; Herman Yosep Sutarno
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.681 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v3i1.7979

Abstract

Indonesia mempunyai banyak keindahan alam yang tidak tertandingi. Salah satu panorama hebat yang ada di Indonesia adalah Kepulauan Mentawai. Keindahan alam dilengkapi dengan sumber daya alam yang melimpah menjadikan daerah ini sebagai tempat yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Sayangnya, tidak semua masyarakat memiliki keinginan dan kemampuan untuk mengelola sumber daya alam dengan baik. Melihat potensi yang dimiliki oleh Mentawai, Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) tergerak untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) APTIK Peduli Mentawai. Kegiatan KKN APTIK Peduli Mentawai telah mencapai gelombang kelima yang diadakan pada 1 – 31 Juli 2019. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk membangun daerah Kepulauan Mentawai menjadi lebih baik dengan mengembangkan potensi yang ada. Terdapat lima orang mahasiswa yang diutus menjadi delegasi dari Unika Atma Jaya. Kelima mahasiswa tersebut dipecah kedalam tujuh dusun berbeda bersama dengan mahasiswa dari universitas lain. Para mahasiswa melaksanakan 3 pilar program yaitu, pendidikan: rumah belajar, bina iman dan mengajar di sekolah formal, sosial-ekonomi: produksi dan pemasaran produk, dan kesehatan: hidup bersih dan sehat. Masyarakat Mentawai diharapkan mampu mengembangkan 3 bidang tersebut secara mandiri kedepannya. Kegiatan ini menyadarkan mahasiswa bahwa ilmu yang mereka pelajari dibangku perkuliahan dapat diaplikasikan untuk hal yang lebih mulia, yaitu dengan mengaplikasikan ilmu tersebut untuk mengembangkan dan membuat perubahan di masyarakat, khususnya Mentawai
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Malaria dengan Perilaku Pencegahan pada Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Indonesia Kezia Christy; Tommy Nugroho Tanumihardja; Yvonne Suzy Handayani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.477

Abstract

Pendahuluan: Mentawai merupakan daerah dengan angka malaria terbesar di Sumatera Barat, namun masih sedikit penelitian mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi. Metode: Penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional pada ibu hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Sumatera Barat. Pengambilan data dengan wawancara responden dari rumah ke rumah menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi square dan Fisher dengan Interval Kepercayaan 95% dan nilai kemaknaan p<0,05 menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil: Dari 36 responden, 22 responden (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 24 responden (66,7%) memiliki sikap positif, 27 responden (75%) tidak memiliki perilaku pencegahan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,062) dan sikap dengan perilaku (p=0,706). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,020), jarak fasilitas kesehatan (p=0,020) dan peran tokoh panutan (p=0,001) terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku mengenai pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Terdapat hubungan bermakna antara usia, jarak fasilitas kesehatan dan peran tokoh panutan terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai metode efektif penyampaian informasi untuk masyarakat Mentawai serta pengaruh faktor budaya pada perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil.Introduction: Mentawai is a region with the most frequent cases of malaria in West Sumatera. There is still little research on knowledge, attitude and practice, especially about malaria in pregnancy as a high-risk group. Methods: An analytic study with a cross-sectional approach on pregnant women in Muara Siberut and Maillepet Village. Data were collected by house to house interview on respondents using questionnaires. Data were analyzed with chi square and Fisher method with 95% Confidence Interval and significance value of p<0,05. Results: Total respondents are 36 pregnant women, 22 (61,1%) have a good knowledge, 24 (66,7%) have a positive attitude, 27 respondents (75%) don’t have a preventive health practice. There were no significant relationship between knowledge and practice (p=0,062) on malaria prevention during pregnancy, no significant relationships between attitude and practiceon malaria prevention during pregnancy (p=0,706). There were significant relationships between age (p=0,020), distance of health clinic (p=0,020), and role of community leaders (p=0,001) towards practice on malaria prevention during pregnancy. Conclusion: No significant relationships between knowledge and practice on malaria prevention during pregnancy, also no significant relationship between attitude and practice on malaria in pregnancy. 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Malaria dengan Perilaku Pencegahan pada Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Indonesia Kezia Christy; Tommy Nugroho Tanumihardja; Yvonne Suzy Handayani
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.465

Abstract

Pendahuluan: Mentawai merupakan daerah dengan angka malaria terbesar di Sumatera Barat, namun masih sedikit penelitian mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi. Metode: Penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional pada ibu hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Sumatera Barat. Pengambilan data dengan wawancara responden dari rumah ke rumah menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi square dan Fisher dengan Interval Kepercayaan 95% dan nilai kemaknaan p<0,05 menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil: Dari 36 responden, 22 responden (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 24 responden (66,7%) memiliki sikap positif, 27 responden (75%) tidak memiliki perilaku pencegahan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,062) dan sikap dengan perilaku (p=0,706). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,020), jarak fasilitas kesehatan (p=0,020), dan peran tokoh panutan (p=0,001) terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku mengenai pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Terdapat hubungan bermakna antara usia, jarak fasilitas kesehatan, dan peran tokoh panutan terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai metode efektif penyampaian informasi untuk masyarakat Mentawai serta pengaruh faktor budaya pada perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Introduction: Mentawai is a region with the most frequent cases of malaria in West Sumatera. There are still few research on knowledge, attitude and practice, especially about malaria in pregnancy as a high-risk group. Methods: An analytic study with a cross-sectional approach on pregnant women in Muara Siberut and Maillepet Village. Data were collected by house to house interview on respondents using questionnaires. Data were analyzed with chi square and Fisher method with 95% Confidence Interval and significance value of p<0.05. Results: Total respondents are 36 pregnant women, 22 (61.1%) have a good knowledge, 24 (66.7%) have a positive attitude, 27 respondents (75%) don’t have a preventive health practice. There were no significant relationship between knowledge and practice (p=0.062) on malaria prevention during pregnancy, no significant relationship between attitude and behavior of malaria prevention during pregnancy (p=0.706). There were significant relationships between age (p=0.020), distance of health clinic (p=0.020), and role of community leaders (p=0.001) towards practice on malaria prevention during pregnancy. Conclusion: No significant relationship between knowledge and practice on malaria prevention during pregnancy, also no significant relationship between attitude and practice on malaria in pregnancy.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Astenopia Pada Mahasiswa Preklinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Yunita, Renalta; Tanumihardja, Tommy Nugroho; Kuswidyati, Cisca
Bahasa Indonesia Vol 22 No 3 (2023): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v22i3.4591

Abstract

  Pendahuluan: Astenopia atau yang dikenal dengan mata lelah merupakan kelelahan okular atau ketegangan yang terjadi pada mata akibat penggunaan otot mata secara berlebih. Banyak faktor yang dapat memengaruhi astenopia salah satunya adalah kualitas tidur. Jika seorang individu mengalami gangguan tidur, hal tersebut dapat mengakibatkan seseorang mudah lelah, salah satunya berefek pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan total 70 responden mahasiswa preklinik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan dilakukan secara Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index dan 17-item Asthenopia Survey Questionnaire. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang tidak bermakna antara kualitas tidur dengan astenopia dengan nilai p sebesar 0,076. Simpulan: Tidak terdapat hubungan kualitas tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
The Association Between Self-Efficacy and Motivation in Practicing Clinical Skills Using Student-Centered Learning Methods During The COVID-19 Pandemic Tandao, Marsha; Tanumihardja, Tommy Nugroho; Juliawati, Veronica Dwi Jani
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.83155

Abstract

Background: Clinical skills are essential ability for the quality of doctors. During the COVID-19 pandemic, all students were urged to study using student-centered learning methods. Self-efficacy and motivation are two of many factors that influence the practice process. Research like this has not been widely studied in Indonesia. Therefore, it is important to know more about the association between self-efficacy and motivation in practicing clinical skills using student-centered learning methods in Indonesia during the COVID-19 pandemic. This study aims to find a relationship between self-efficacy and motivation in practicing clinical skills using student-centered learning methods during the COVID-19 pandemic.Methods: This research is an analytical observational study with a cross-sectional research design on FKIK UNIKA Atma Jaya clinical students year 2019-2021. The measurement of variables is done using demographic data, L-SES and SIMS questionnaires, as well as open questions. Data analysis is done using the Pearson’s test.Results: This research obtained 118 respondents with an age range of 21-25 years. The result of the data analysis shows that self-efficacy and motivation in practicing clinical skills using student-centered learning methods during the COVID-19 pandemic do have a significant relationship (? < 0.05; r = 0,573).Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and motivation in practicing clinical skills using student-centered learning methods during the COVID-19 pandemic.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Malaria dengan Perilaku Pencegahan pada Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Indonesia Kezia Christy; Tommy Nugroho Tanumihardja; Yvonne Suzy Handayani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.465

Abstract

Pendahuluan: Mentawai merupakan daerah dengan angka malaria terbesar di Sumatera Barat, namun masih sedikit penelitian mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi. Metode: Penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional pada ibu hamil di Desa Muara Siberut dan Desa Maillepet, Mentawai, Sumatera Barat. Pengambilan data dengan wawancara responden dari rumah ke rumah menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi square dan Fisher dengan Interval Kepercayaan 95% dan nilai kemaknaan p<0,05 menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil: Dari 36 responden, 22 responden (61,1%) memiliki pengetahuan baik, 24 responden (66,7%) memiliki sikap positif, 27 responden (75%) tidak memiliki perilaku pencegahan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,062) dan sikap dengan perilaku (p=0,706). Terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,020), jarak fasilitas kesehatan (p=0,020), dan peran tokoh panutan (p=0,001) terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku mengenai pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Terdapat hubungan bermakna antara usia, jarak fasilitas kesehatan, dan peran tokoh panutan terhadap perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai metode efektif penyampaian informasi untuk masyarakat Mentawai serta pengaruh faktor budaya pada perilaku pencegahan malaria terutama pada ibu hamil. Introduction: Mentawai is a region with the most frequent cases of malaria in West Sumatera. There are still few research on knowledge, attitude and practice, especially about malaria in pregnancy as a high-risk group. Methods: An analytic study with a cross-sectional approach on pregnant women in Muara Siberut and Maillepet Village. Data were collected by house to house interview on respondents using questionnaires. Data were analyzed with chi square and Fisher method with 95% Confidence Interval and significance value of p<0.05. Results: Total respondents are 36 pregnant women, 22 (61.1%) have a good knowledge, 24 (66.7%) have a positive attitude, 27 respondents (75%) don’t have a preventive health practice. There were no significant relationship between knowledge and practice (p=0.062) on malaria prevention during pregnancy, no significant relationship between attitude and behavior of malaria prevention during pregnancy (p=0.706). There were significant relationships between age (p=0.020), distance of health clinic (p=0.020), and role of community leaders (p=0.001) towards practice on malaria prevention during pregnancy. Conclusion: No significant relationship between knowledge and practice on malaria prevention during pregnancy, also no significant relationship between attitude and practice on malaria in pregnancy.
The Role of Pre-Procedural Ultrasound Examination for Anesthesia: Case Series Yoe, Steven; Tanumihardja, Tommy Nugroho; Yuliana; Harjanto, Bernardus Realino; Partahusniutojo, Pangkuwidjaja
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 7 No. 1 (2025): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v7i1.270

Abstract

Ultrasonography is an ultrasound-based imaging technique which are utilized to visualize subcutaneous structures. In anesthesiology, ultrasonography is widely used for finding vascular access, nerve block and regional anesthesia, trans esophageal echocardiography (TEE), and epidural space measurement. Ultrasonography is a relatively safe, non-invasive, and easily accessible imaging modality which also provides ease of anatomical evaluation for anesthesiologists before a procedure. In the first case, a 55 years old man with chronic renal failure undergoing arteriovenous fistula procedure was examined with ultrasonography for brachial plexus block. In the second case, a 63 years old man with acute kidney injury (AKI) was examined with ultrasonography of the right jugular and right subclavian veins to identify vascular access for double lumen catheter insertion. In conclusion, the use of ultrasonography before peripheral nerve block procedures and central venous catheter placement can help anesthesiologist to determine the nerves to be blocked and determine the right vein for catheter insertion.