ABSTRACT The need for a more organized online learning environment served as the starting point for developing a virtual classroom for the Educational Psychology course in the Educational Technology Study Program at Universitas Kristen Indonesia Toraja. This study aimed to develop a Discord-based learning environment while examining the validity and practicality of the resulting product. The development process adopted the Alessi & Trollip model, comprising the stages of Planning, Design, and Development, and involved one media expert, one subject-matter expert, and 10 students from the 2024 cohort as users in the beta test. Initial information was gathered through observation and documentation, while product evaluation employed a 1–4 Likert scale questionnaire. The product was developed by organizing servers, categories, text channels, voice and video channels, roles, permissions, custom bots, and embeds according to the needs of course activities. Expert evaluation yielded scores of 95.00% for the media aspect and 86.25% for the content aspect, both categorized as highly valid. Following product refinement, student responses reached 79.00%, categorized as practical. These findings position the developed virtual classroom as a valid and practical alternative online learning environment for supporting the organization of course activities, without claiming effectiveness in improving students’ learning outcomes. ABSTRAK Kebutuhan akan ruang pembelajaran daring yang lebih terorganisasi menjadi titik awal pengembangan virtual classroom pada mata kuliah Psikologi Pendidikan di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Kristen Indonesia Toraja. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan lingkungan belajar berbasis Discord sekaligus memperoleh gambaran mengenai validitas dan kepraktisan produk yang dikembangkan. Proses pengembangan mengikuti model Alessi & Trollip melalui tahapan Planning, Design, dan Development, dengan melibatkan satu ahli media, satu ahli materi, dan 10 mahasiswa Angkatan 2024 sebagai pengguna pada uji beta. Informasi awal diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan penilaian produk menggunakan angket skala Likert 1–4. Produk dikembangkan dengan mengatur server, category, text channel, voice and video channel, roles, permissions, custom bot, dan embed sesuai kebutuhan aktivitas perkuliahan. Penilaian ahli menghasilkan persentase 95,00% pada aspek media dan 86,25% pada aspek materi, keduanya berkategori sangat valid. Setelah penyempurnaan produk, respons mahasiswa mencapai 79,00% dengan kategori praktis. Temuan tersebut menempatkan virtual classroom yang dikembangkan sebagai alternatif lingkungan pembelajaran daring yang valid dan praktis untuk mendukung pengorganisasian aktivitas perkuliahan, tanpa mengklaim efektivitasnya terhadap hasil belajar mahasiswa.