Sifat abstrak dari konten materi, pendidikan tradisional yang berpusat pada guru, dan penggunaan teknologi interaktif yang tidak memadai dalam pembelajaran kooperatif sering disalahkan atas rendahnya hasil pembelajaran kimia dalam kategorisasi hidrokarbon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media Kahoot bersama dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) secara signifikan meningkatkan hasil pembelajaran kimia dalam konten kategorisasi hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol tidak ekuivalen dalam metodologi kuantitatif kuasi-eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025–2026 di SMA Negeri 1 Gebang, Kabupaten Langkat. Seluruh siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Gebang merupakan populasi penelitian. Kelas XI MIPA 1 (n=11) adalah kelompok kontrol yang menerima pembelajaran tradisional, sedangkan Kelas XI MIPA 2 (n=22) adalah kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran STAD dibantu oleh Kahoot dan LKPD. Tes pilihan ganda yang telah divalidasi digunakan untuk mengumpulkan data, dan uji Mann-Whitney U serta N-Gain digunakan untuk analisis. Skor rata-rata posttest kelas eksperimen (88,36) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66,45), menurut temuan tersebut. N-Gain kelas eksperimen adalah 0,80 (kategori tinggi) sedangkan kelas kontrol 0,42 (kategori sedang), dan uji Mann-Whitney U menghasilkan p=0,0068 < 0,05 dengan ukuran efek r=0,43 (sedang-besar). Dengan demikian, hasil belajar kimia siswa pada materi pengelompokan hidrokarbon sangat ditingkatkan oleh model STAD dengan penggunaan Kahoot dan LKPD.