Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tematik Kinerja Manajemen Obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan Ronny Ronny Herry Tombokan; Sarce Makaba; Arius Togodly; Novita Medyati; Yulius S. Paiting; Yacob Ruru
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan yang menjamin ketersediaan obat dengan jenis, jumlah, mutu, dan waktu yang tepat. Daerah terpencil seperti Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan dengan kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan dalam penyelenggaraan manajemen obat yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kinerja manajemen obat serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya di Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung telaah dokumen dan kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi sembilan tema, yaitu perencanaan obat, pengadaan obat, distribusi obat, kapasitas sumber daya manusia, sistem informasi, kebijakan, anggaran, kondisi geografis, dan kinerja manajemen obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja manajemen obat terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal sehingga permasalahan ketersediaan obat tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan pengadaan atau distribusi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan tematik yang menunjukkan interaksi berbagai faktor tersebut dalam membentuk kinerja manajemen obat pada konteks wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya. Secara praktis, temuan penelitian dapat menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi untuk memperkuat perencanaan berbasis data, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperbaiki sistem informasi dan koordinasi, serta menyesuaikan pengadaan dan distribusi dengan kondisi geografis wilayah. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja manajemen obat memerlukan pendekatan terintegrasi dengan mempertimbangkan kedua faktor tersebut.