Pertumbuhan kebutuhan energi listrik di wilayah terpencil memungkinkan dibutuhkannya kemandirian energi yang berkelanjutan, dan pengembangan turbine vortex ultra low head sebagai solusi pembangkit listrik skala kecil yang efektif dan efisien serta minim dampak ekologis. Penelitian pada instalasi turbine vortex ultra low head menarik untuk di kaji lebih lanjut, namun kajian simultan pengaruh jumlah dan sudut blade pada runner terhadap performa turbin ini masih terbatas. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya mengkaji jumlah atau sudut blade secara terpisah, novelty penelitian ini terletak pada evaluasi numerik pengaruh kombinasi jumlah dan sudut blade secara simultan terhadap performa turbine vortex ultra low head. Studi numerik efek jumlah dan sudut blade pada runner terhadap performa turbine vortex ultra-low head di usulkan dalam riset ini dengan menggunakan perangkat komputer Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan menerapkan model turbulensi Standard k-omega pada kondisi steady state. Variasi jumlah blade (4, 6, dan 8) serta sudut blade (0°, 7,5°, dan 12,5°) diusulkan dalam riset ini. Konfigurasi 4 blade sudut 0° menghasilkan efisiensi 13,15% dikecepatan aliran 36,63 m/s, sedangkan konfigurasi 8 blade sudut 12,5° pada kecepatan aliran yang sama menghasilkan efisiensi 31,91%, atau meningkat sebesar 18,76 poin persentase dibandingkan konfigurasi 4 blade sudut 0°. Disimpulkan konfigurasi runner paling optimal pada turbine vortex low head adalah konfigurasi 8 blade sudut 12,5°, sehingga model simulasi yang diperoleh dapat dijadikan acuan pengembangan studi numerik turbine vortex ultra low head selanjutnya.