p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Historiography
Reza Khoirul Huda
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Soedarjo Tjokrosisworo: Riwayat Jurnalis-Nasionalis dari Surakarta (1902–1960) Nasta Ayundra Oktavian Mahardi; Reza Khoirul Huda; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v6i12026p31-43

Abstract

zaman, masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, dan awal kemerdekaan, serta perannya sebagai nasionalis dari Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri latar belakang sosial, perjalanan karier jurnalistik, keterlibatan organisasi, serta sumbangsih Soedarjo dalam bidang pers, bahasa, dan pergerakan nasional. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi melalui kritik sumber, interpretasi, dan penulisan historiografi. Data dikumpulkan melalui sumber primer berupa karya autobiografis Soedarjo, surat kabar dan majalah sezaman, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah terkait sejarah pers dan pergerakan nasional. Analisis data dilakukan dengan menempatkan aktivitas jurnalistik dan organisatoris Soedarjo dalam konteks sosial-politik zamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Soedarjo tidak hanya berperan sebagai wartawan yang kritis dan produktif, tetapi juga sebagai organisator Boedi Oetomo, tokoh Persatuan Wartawan Pribumi, penggagas Kongres Bahasa Indonesia I, serta nasionalis yang memandang pers sebagai instrumen perjuangan kebangsaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kontribusi Soedarjo Tjokrosisworo memperlihatkan peran penting jurnalis lokal dalam membentuk kesadaran nasional, memperjuangkan bahasa Indonesia, dan mengartikulasikan nasionalisme melalui media, organisasi, dan kebudayaan.
Pengaruh Dinamika Politik dan Fenomena Geografis Terhadap Bangkit-Jatuhnya Kota Pelabuhan Jepara Pada Abad ke 16-18 M Reza Khoirul Huda; Ilham Putra Pratama; Iqbal Rizki Sucahyo
Historiography: Journal of Indonesian History and Education Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um081v5i42025p273-289

Abstract

This study examines the historical fluctuation of the Port City of Jepara from the 16th to the 18th century AD. Unlike studies focusing solely on socio-economic aspects, this research analyzes the interplay between political dynamics and geomorphological changes as primary determinants. Utilizing the historical method, comprising heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, this study examines primary sources such as Tome Pires' Suma Oriental and John Stockdale's records, alongside relevant secondary sources. The findings indicate that Jepara's rise as a major entrepot was driven by the hegemony of the Demak Sultanate and the silting of the Muria Strait, which shifted maritime traffic from Demak to Jepara. Meanwhile its decline was triggered by three simultaneous factors, the agrarian-inland political orientation of the Mataram Islamic Kingdom which suppressed coastal autonomy, the trade monopoly penetration by the VOC, and geographical phenomena in the form of extreme sedimentation connecting protective islands (such as Kelor Island) to the mainland. This siltation rendered the harbor inaccessible to large vessels, effectively ending Jepara's maritime supremacy.