Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dominasi Politik Bangsawan dalam Pemerintahan Desa Dasan Lekong Rama Dhani; Abdul Latif; Abdurrohman
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi politik golongan bangsawan dalam pemerintahan Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan reproduksi kekuasaan elite lokal terus bertahan dari masa ke masa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan kepala desa, mantan kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi politik bangsawan di Desa Dasan Lekong dipengaruhi oleh faktor keturunan, legitimasi sejarah, tingginya kepercayaan masyarakat, pengaruh budaya tradisional, modal ekonomi, modal sosial, dan dominasi simbolik yang dimiliki golongan bangsawan. Golongan bangsawan mampu mempertahankan kekuasaan melalui pembangunan sistem kepercayaan masyarakat, hubungan sosial yang erat, pelaksanaan birokrasi yang dianggap baik, serta keterlibatan dalam kegiatan adat dan sosial masyarakat. Dominasi tersebut menyebabkan kekuasaan politik cenderung diwariskan secara turun-temurun kepada kelompok elite tertentu sehingga peluang golongan amaq (jajar karang) untuk memperoleh jabatan kepala desa menjadi lebih terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa stratifikasi sosial dan budaya memiliki pengaruh besar terhadap dinamika politik desa. Masyarakat masih memandang bangsawan sebagai kelompok yang lebih layak menjadi pemimpin karena dianggap memiliki kewibawaan, kharisma, dan jasa besar dalam membangun desa. Akibatnya, demokrasi desa berjalan kurang kompetitif karena pilihan politik masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh status sosial dan faktor keturunan dibandingkan kualitas kepemimpinan calon kepala desa. Dengan demikian, dominasi politik bangsawan di Desa Dasan Lekong menunjukkan adanya reproduksi kekuasaan elite lokal yang dipertahankan melalui legitimasi sosial, budaya, dan simbolik dalam kehidupan masyarakat desa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pendidikan politik dan keterbukaan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih demokratis dan inklusif.