Brillian Bayu Prasetyo
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI MAKNA PENYESALAN DALAM LIRIK LAGU “BILA KAU TAK DI SAMPINGKU” Brillian Bayu Prasetyo; Namira Fitria; Saiful Romadon
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14009

Abstract

Musik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang dapat menyampaikan pesan, pengalaman emosional, dan nilai sosial kepada pendengar. Salah satu lagu yang merepresentasikan pengalaman emosional dalam hubungan interpersonal adalah “Bila Kau Tak di Sampingku” karya Eross Candra yang dipopulerkan oleh Sheila On 7. Lagu tersebut menggambarkan seseorang yang mengalami penyesalan setelah kehilangan pasangan akibat pertengkaran, ego, ucapan kasar, dan kecemburuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi makna penyesalan dalam lirik lagu “Bila Kau Tak di Sampingku” melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretif dan metode studi pustaka. Data penelitian berupa lirik lagu yang dianalisis berdasarkan tiga bait menggunakan tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, penyesalan direpresentasikan melalui pertengkaran, perpisahan, rasa rindu, ego, permintaan maaf, perilaku kasar, dan kecemburuan. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut menunjukkan rasa bersalah, kesadaran terhadap kesalahan, kehilangan, kerinduan, penurunan ego, dan keinginan memperbaiki hubungan. Pada tingkat mitos, lirik membentuk pandangan mengenai pentingnya mengakui kesalahan, mengesampingkan ego, meminta maaf, dan mempertahankan hubungan. Penyesalan dalam lagu direpresentasikan sebagai proses emosional yang dimulai dari kesalahan, kesadaran terhadap akibat tindakan, rasa kehilangan, permintaan maaf, hingga keinginan memperbaiki hubungan interpersonal.