p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Arsy
M. Qomarul Huda
Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islam pada Masa Kerajaan-Kerajaan di Nusantara: Analisis Perspektif Teori Kekuasaan Michel Foucault Hamdan Al Masruri; Aditya Saputra; Sholihan; Fathurrahman; M. Qomarul Huda
Arsy Vol. 10 No. 2 (2026): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v10i2.10203

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian Islamisasi di Nusantara yang lebih banyak menekankan aspek perdagangan, dakwah, dan akulturasi budaya, sementara dimensi relasi kekuasaan dalam perkembangan Islam pada masa kerajaan-kerajaan Islam masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara melalui perspektif teori kekuasaan Michel Foucault. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif-interpretatif. Sumber data diperoleh dari buku-buku sejarah Islam Nusantara, karya-karya Michel Foucault, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan konsep power/knowledge, relasi kuasa, wacana, dan disiplin sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai pusat kekuasaan politik, tetapi juga sebagai produsen wacana keislaman yang membentuk pengetahuan dan identitas masyarakat. Relasi antara sultan dan ulama membentuk jaringan kekuasaan yang saling memberikan legitimasi, sedangkan institusi keagamaan seperti masjid, pesantren, surau, dayah, dan lembaga peradilan Islam berperan sebagai mekanisme disiplin sosial yang menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Sehingga Islamisasi di Nusantara merupakan proses yang melibatkan penyebaran agama sekaligus produksi pengetahuan dan pengelolaan kekuasaan melalui berbagai institusi sosial dan keagamaan. Kata Kunci: Islam Nusantara, kerajaan Islam, Michel Foucault, kekuasaan, Islamisasi
Media Sosial Dan Polarisasi: Tantangan Baru Toleransi Beragama Di Kalangan Generasi Muda Muslim Indonesia Alya Ul Widad; Alif Qatarina Amir; Rizma Nadyal Kaffi; Ach. Zamzami Muntaha Ridwan; M. Qomarul Huda
Arsy Vol. 10 No. 2 (2026): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v10i2.10205

Abstract

Artikel ini mengkaji peran media sosial dalam membentuk toleransi dan polarisasi beragama di kalangan generasi muda Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme polarisasi digital, pergeseran otoritas keagamaan di ruang daring, serta transformasi wacana pluralisme di kalangan generasi muda. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis artikel ilmiah mutakhir, laporan resmi, dan buku akademik terkait keberagamaan digital, algoritma media sosial, dan moderasi beragama yang terbit pada periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, polarisasi keagamaan terjadi melalui mekanisme filter bubble, echo chamber, dan intervensi algoritma yang mempersempit paparan terhadap sudut pandang berbeda. Kedua, terjadi pergeseran otoritas keagamaan menuju sumber berbasis algoritma yang melahirkan fenomena algorithmic religion dan santri without pesantren. Ketiga, terdapat kontradiksi antara tingginya indeks toleransi dalam survei formal dengan meningkatnya intoleransi dalam wacana digital. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital kritis, revitalisasi otoritas keagamaan di ruang digital, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat toleransi beragama di era digital.