Ni Kadek Oktaviani Wulandari
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penyalur Petir di Lingkungan Asrama Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Ni Putu Amanda Pradnya Dewi; KGS. M. Ismail; Ni Kadek Oktaviani Wulandari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9114

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki intensitas hari guruh yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko sambaran petir terhadap bangunan dan sistem kelistrikan, khususnya pada fasilitas dengan tingkat aktivitas dan fungsi vital yang tinggi. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) sebagai institusi pendidikan penerbangan memiliki berbagai fasilitas pendukung operasional, salah satunya kawasan asrama taruna yang berfungsi sebagai area hunian utama dengan kepadatan aktivitas yang tinggi. Peristiwa sambaran petir yang terjadi pada 1 Desember 2025 di lingkungan asrama PPIC mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan serta kerusakan pada beberapa panel distribusi, sehingga diperlukan evaluasi terhadap sistem penyalur petir yang terpasang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem penyalur petir empat bangunan di lingkungan asrama PPIC, yaitu Gedung Serba Guna (GSG), Tower Budiarto, asrama Alpha dan asrama Bravo serta menganalisis kinerja sistem melalui pemeriksaan kondisi komponen utama, nilai tahanan pentanahan dan kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, pengukuran tahanan pentanahan dan pengukuran dimensi bangunan. Data dianalisis berdasarkan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 61024-1-1, IEC 62305-3 dan NF C 17-102:2011 melalui perhitungan taksiran risiko sambaran petir, pemeriksaan kondisi komponen, evaluasi nilai tahanan pentanahan serta analisis jangkauan perlindungan terminal ESE. Penelitian ini menghasilkan evaluasi terhadap kondisi sistem penyalur petir eksisting dan tingkat kesesuaiannya terhadap standar teknis yang berlaku, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem proteksi petir dan keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan penerbangan.
Rancangan Wind Direction Indicator Light Menggunakan PLTS Off-Grid di Bandara Budiarto Mahardika Yoga Rahagi; Taryana; Ni Kadek Oktaviani Wulandari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9131

Abstract

Penerangan Wind Direction Indicator (WDI) di Bandara Udara Budiarto tidak beroperasi akibat gangguan pada jaringan distribusi listrik, sehingga arah angin tidak dapat terlihat optimal pada malam hari atau kondisi cuaca buruk. Penelitian ini bertujuan merancang sumber listrik mandiri untuk penerangan WDI menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid, sehingga tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional dengan jalur kabel yang panjang. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1 yang berfokus pada penyusunan rancangan dan validasi desain tanpa pembuatan serta pengujian produk. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil perancangan menunjukkan kebutuhan beban sebesar 200 W dengan waktu operasi ±12 jam per hari atau 2.400 Wh/hari. Berdasarkan data potensi energi surya, kapasitas minimum panel sebesar 666,6 Wp, kemudian dipilih dua modul monocrystalline 350 Wp yang disusun seri dengan total 700 Wp. Sistem menggunakan baterai 24 V 150 Ah, SCC MPPT 40 A, serta photocell 24 VDC 10 A sebagai pengendali otomatis. Luaran rancangan berupa Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BoQ). Rancangan ini memberikan alternatif suplai energi yang mandiri dan mendukung keberlangsungan fungsi penerangan WDI.