Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki intensitas hari guruh yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan risiko sambaran petir terhadap bangunan dan sistem kelistrikan, khususnya pada fasilitas dengan tingkat aktivitas dan fungsi vital yang tinggi. Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC) sebagai institusi pendidikan penerbangan memiliki berbagai fasilitas pendukung operasional, salah satunya kawasan asrama taruna yang berfungsi sebagai area hunian utama dengan kepadatan aktivitas yang tinggi. Peristiwa sambaran petir yang terjadi pada 1 Desember 2025 di lingkungan asrama PPIC mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan serta kerusakan pada beberapa panel distribusi, sehingga diperlukan evaluasi terhadap sistem penyalur petir yang terpasang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting sistem penyalur petir empat bangunan di lingkungan asrama PPIC, yaitu Gedung Serba Guna (GSG), Tower Budiarto, asrama Alpha dan asrama Bravo serta menganalisis kinerja sistem melalui pemeriksaan kondisi komponen utama, nilai tahanan pentanahan dan kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, pengukuran tahanan pentanahan dan pengukuran dimensi bangunan. Data dianalisis berdasarkan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 61024-1-1, IEC 62305-3 dan NF C 17-102:2011 melalui perhitungan taksiran risiko sambaran petir, pemeriksaan kondisi komponen, evaluasi nilai tahanan pentanahan serta analisis jangkauan perlindungan terminal ESE. Penelitian ini menghasilkan evaluasi terhadap kondisi sistem penyalur petir eksisting dan tingkat kesesuaiannya terhadap standar teknis yang berlaku, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem proteksi petir dan keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan penerbangan.