Muhammad Raihan Pratama
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAYAK MERATUS DI DESA HARATAI LOKSADO TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN METODE PAIRED SAMPLE T-TEST DAN BALANCED SCORECARD Muhammad Raihan Pratama; Muhammad Naparin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20708

Abstract

Kearifan lokal merupakan pengetahuan dan identitas masyarakat lokal setempat berupa aktivitas yang sudah dilakukan secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kearifan lokal masyarakat suku Dayak meratus dari segi ekologi, ekonomi, sosial dan lembaga dan menganalisis perbedaan 2 jenis kearifan loka yang sangat berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji homogenitas, uji normalitas dan uji paired sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 24 dan menggunakan analisis data balanced scorecard menggunakan aplikasi Microsoft excel. Hasil yang didapatkan dari uji homogenitas untuk nilai signifikan sebesar 0,825. Hasil yang didapatkan dari uji normalitas untuk nilai signifikansi pada kearifan lokal (usaha hasil hutan bukan kayu) adalah 0,019 sedangkan untuk nilai signifikan kearifan lokal (sektor pariwisata) adalah 0,101. Hasil yang didapatkan dari uji paired sample t-test antara kearifan lokal 1 (usaha hasil hutan bukan kayu) dan Kearifan lokal 2 (sektor pariwisata) untuk nilai signifikan (2-tailed) yaitu 0,000, yang berarti terdapat perbedaan hasil rata-rata antara kearifan lokal 1 dan kearifan lokal 2. Hasil yang didapatkan dari uji balanced scorecard untuk kearifan lokal 1 (usaha hasil hutan bukan kayu) dengan total skor 13,67 dengan persentase 48,3 % sedangkan untuk kearifan lokal 2 (sektor pariwisata) dengan total skor 14,61 dengan persentase 51,7 % sehingga hasil tersebut menunjukan kearifan lokal yang unggul atau berdampak terhadap kelestarian lingkungan yaitu kearifan lokal pada sektor pariwisata.