p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Nurvidian Khasanah
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sifat Fisik Granul dan Profil Disolusi Tablet Hisap Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) Della Threa Pratiwi; Errol Rakhmad Noordam; Iin Hardiyati; Nurvidian Khasanah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tablet hisap ekstrak kulit pisang raja (Musa x paradisiaca L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30% menggunakan metode granulasi basah, serta mengevaluasi sifat fisik granul dan profil disolusinya. Evaluasi granul meliputi uji laju alir, sudut diam, kadar air, dan kompresibilitas. Uji disolusi dilakukan pada menit ke-5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60, kemudian data dianalisis menggunakan model kinetika orde nol, orde satu, dan Higuchi untuk menentukan pola pelepasan zat aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu granul, dengan laju alir Formula I, II, dan III berturut-turut 11,25; 10,29; dan 10,79 g/detik; sudut diam 29,25°; 28,37°; dan 29,25°; kadar air 2,94%; 4,76%; dan 4,72%; serta kompresibilitas 19,70%; 16,92%; dan 11,11%. Hasil uji disolusi menunjukkan nilai %disolusi yang rendah pada seluruh formula (Formula I 0,656%, Formula II 0,608%, Formula III 0,625%) sehingga belum memenuhi syarat 70% dalam 30 menit, diduga akibat keterbatasan alat uji disolusi. Analisis kinetika menunjukkan Formula I dan III mengikuti model orde nol (R² 0,949 dan 0,804), sedangkan Formula II mengikuti model Higuchi (R² 0,959). Dapat disimpulkan bahwa proses granulasi basah menghasilkan granul dengan sifat fisik yang baik pada seluruh formula, namun profil disolusi tablet hisap masih memerlukan optimasi lebih lanjut.
Karakterisasi dan Profil Pelepasan Ampisilin-Sulbaktam dari Scaffold Hidroksiapatit Tulang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Retno Tri Anjani; Nurvidian Khasanah; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Iin Hardiyati
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2583

Abstract

Osteomielitis merupakan peradangan tulang dan sumsum tulang akibat infeksi bakteri yang membutuhkan sistem penghantaran obat lokal secara terkontrol untuk mencapai konsentrasi terapi optimal pada lokasi target. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan scaffold hidroksiapatit tulang ikan kakap putih bermuatan ampisilin-sulbaktam serta mengetahui karakteristik morfologi, gugus fungsi, dan profil pelepasan obat pada berbagai konsentrasi. Metode pembuatan scaffold dilakukan melalui sintesis hidroksiapatit dari tulang ikan kakap putih dengan teknik replikasi spons poliretan, dilanjutkan pemuatan ampisilin-sulbaktam dalam tiga variasi bobot yaitu 1,5 g, 2 g, dan 2,5 g. Sediaan dikarakterisasi secara makroskopis, mikroskopis, dan Fourier Transform Infrared (FTIR), serta diuji pelepasannya dalam larutan Phosphate Buffer Saline (PBS) selama 24 jam menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan sediaan padat berpori berwarna kuning, sedangkan evaluasi mikroskopis memperlihatkan struktur pori tidak beraturan di antara himpunan material hidroksiapatit. Karakterisasi spektroskopi mengonfirmasi keberhasilan pemuatan obat melalui munculnya serapan khas gugus amina, karbonil, dan amida tanpa mengubah struktur dasar hidroksiapatit. Persentase kumulatif pelepasan obat selama 24 jam mencapai rentang 57,81% hingga 74,20% yang mengikuti model kinetika Higuchi dengan mekanisme difusi. Uji one way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada profil pelepasan obat antavariasi konsentrasi (p = 0,497). Dapat disimpulkan bahwa limbah tulang ikan kakap putih berpotensi diformulasikan sebagai sediaan scaffold hidroksiapatit pembawa ampisilin-sulbaktam yang mampu melepaskan obat secara bertahap untuk mendukung terapi lokal infeksi tulang.