Penelitian ini mengkaji implementasi program pembelajaran bilingual bahasa Arab dan bahasa Inggris di Pondok Modern Tazakka, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan berbahasa santri. Dengan kerangka fungsi manajemen George R. Terry (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) yang dipadukan dengan teori pendidikan bilingual dari Baker dan Wright, Cummins, serta Genesee, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan kunci, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program disusun secara berjenjang pada tataran harian, pekanan, dan tahunan; diorganisasikan melalui dua jalur struktur asatidz dan santri (Qism al-Lughah); dilaksanakan melalui rotasi dua pekanan bahasa Arab-Inggris yang ditopang quality control harian; serta diawasi melalui Update Language dan evaluasi semester. Rerata nilai Update Language kelas sampel berada pada kategori cukup hingga baik, skor rerata TOEFL ITP meningkat dari 406,94 (2018) menjadi 418,79 (2025), sementara tingkat kelulusan TOAFL baru mencapai 40,5 persen dengan kesenjangan capaian antarkelas paralel. Faktor pendukung meliputi kebijakan pimpinan, keberadaan native speaker, dan sistem SOP yang terstandardisasi, sedangkan faktor penghambat utama bersumber dari tumpang tindih jadwal dengan kegiatan Pramuka dan lemahnya keteladanan berbahasa dari santri senior. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antardivisi dan program pendampingan psikologis bagi santri.