Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Manajemen POAC dalam Program Pembelajaran Bilingual Arab-Inggris untuk Peningkatan Kemampuan Berbahasa Santri di Pondok Modern Tazakka Millatunnajiyah Millatunnajiyah; M. Yogi Saputra; Arizqi Ihsan Pratama
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3163

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program pembelajaran bilingual bahasa Arab dan bahasa Inggris di Pondok Modern Tazakka, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, serta kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan berbahasa santri. Dengan kerangka fungsi manajemen George R. Terry (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) yang dipadukan dengan teori pendidikan bilingual dari Baker dan Wright, Cummins, serta Genesee, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap sepuluh informan kunci, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program disusun secara berjenjang pada tataran harian, pekanan, dan tahunan; diorganisasikan melalui dua jalur struktur asatidz dan santri (Qism al-Lughah); dilaksanakan melalui rotasi dua pekanan bahasa Arab-Inggris yang ditopang quality control harian; serta diawasi melalui Update Language dan evaluasi semester. Rerata nilai Update Language kelas sampel berada pada kategori cukup hingga baik, skor rerata TOEFL ITP meningkat dari 406,94 (2018) menjadi 418,79 (2025), sementara tingkat kelulusan TOAFL baru mencapai 40,5 persen dengan kesenjangan capaian antarkelas paralel. Faktor pendukung meliputi kebijakan pimpinan, keberadaan native speaker, dan sistem SOP yang terstandardisasi, sedangkan faktor penghambat utama bersumber dari tumpang tindih jadwal dengan kegiatan Pramuka dan lemahnya keteladanan berbahasa dari santri senior. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antardivisi dan program pendampingan psikologis bagi santri.