Minarni Marsuki Marsuki
Magister Keuangan Daerah, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penyerapan Anggaran pada Triwulan IV di Kabupaten Jayapura Minarni Marsuki Marsuki; Elsyan R. Marlissa; Siti Rofingatun; Adolf Z. D. Siahay; Halomoan Hutajulu; Juliana Waromi
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4087

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen organisasi terhadap konsentrasi penyerapan anggaran pada triwulan IV di Kabupaten Jayapura. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 159 aparatur yang terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran pada 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Analisis data dilakukan menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran berpengaruh signifikan terhadap penyerapan anggaran pada triwulan IV dengan koefisien jalur sebesar 0,132 dan nilai (p=0,045). Pelaksanaan anggaran juga berpengaruh signifikan dengan koefisien sebesar 0,160 dan nilai (p=0,019). Sementara itu, regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen organisasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai (R^2) sebesar 0,064 menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan 6,4% variasi penyerapan anggaran pada triwulan IV. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan dan pelaksanaan anggaran merupakan faktor yang lebih menentukan dibandingkan regulasi dan karakteristik individual aparatur. Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu memperkuat penjadwalan kegiatan, rencana penarikan dana, percepatan pengadaan, koordinasi antar-OPD, serta monitoring pelaksanaan anggaran agar realisasi belanja lebih merata sepanjang tahun.